Ajax Amsterdam Pantau Talenta Muda Indonesia, Program Pembinaan Dimulai Januari 2027
PSSI jalin kerja sama dengan Ajax Amsterdam untuk memantau pemain-pemain muda potensial Indonesia untuk dikembangkan melalui program pembinaan di Belanda.-@PSSI-Instagram
JAKARTA, RADARCIREBON.COM - Kabar menarik datang dari pembinaan sepak bola Indonesia. Ajax Amsterdam bakal ikut memantau pemain-pemain muda potensial Indonesia untuk dikembangkan melalui program pembinaan di Belanda.
Rencana tersebut menjadi bagian dari kerja sama antara Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan klub raksasa Belanda tersebut. Program dijadwalkan mulai berjalan pada Januari 2027.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan, kerja sama ini membuka peluang bagi pemain muda Indonesia untuk masuk dalam radar Ajax Amsterdam.
Talenta-talenta terpilih nantinya dapat menjadi bagian dari talent pool klub asal Belanda tersebut.
BACA JUGA:Persija vs Persib di SUGBK, PSSI Minta Suporter Jaga Kondusivitas dan Hindari Provokasi
Menurut Erick, kesempatan itu juga menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas pemain muda Indonesia agar mampu berkembang melalui sistem pembinaan sepak bola yang lebih kompetitif.
"Nanti Ajax bisa memilih pemain-pemain tersebut untuk menjadi talent pool-nya. Kita juga bisa meningkatkan kualitas pemain-pemain muda kita ke depan," ujar Erick dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu 12 September 2026.
Erick menjelaskan, kolaborasi PSSI dengan Ajax memiliki karakter berbeda dibandingkan kerja sama yang sebelumnya dilakukan dengan Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB).
Jika kerja sama dengan KNVB lebih banyak diarahkan pada pembinaan sepak bola akar rumput dan proses pembibitan pemain muda, kolaborasi bersama Ajax menyasar level yang lebih elite.
Selain pemain muda berbakat, program tersebut juga akan mencari pelatih-pelatih potensial Indonesia yang dinilai memiliki kemampuan untuk dikembangkan.
Erick menilai Ajax mempunyai pengalaman panjang dalam membangun talenta sepak bola. Akademi klub tersebut telah melahirkan banyak pemain dan pelatih yang kemudian berkarier di berbagai penjuru dunia.
BACA JUGA:Bulan Madu Telah Selesai, Pendukung Timnas Indonesia Mulai Resah, Sebaiknya PSSI Berbenah
"Saya rasa Ajax punya pengalaman yang panjang mengenai pembangunan talenta dan juga pelatih. Sudah banyak pelatih dari Ajax, pemain dari Ajax, yang kemudian berkiprah secara global, bahkan menjadi legenda di banyak negara," kata Erick.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi pemain muda, tetapi juga ikut memperkuat kualitas sistem pembinaan sepak bola Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

