Daya Motor

Disdagin Cirebon Dorong Dapur MBG Belanja di Pasar Tradisional

Disdagin Cirebon Dorong Dapur MBG Belanja di Pasar Tradisional

SAMPAIKAN IMBAUAN: Kabid Sarana dan Perilaku pada Disdagin Kabupaten Cirebon Teguh Muloyo mendorong dapur MBG untuk belanja di pasar tradisional terdekat, kemarin.-Samsul Huda-radarcirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan cuma soal makanan ke meja anak sekolah. Ada hal lain yang harus dipertaruhkan: kemana uang belanja MBG mengalir.

Menyikapi itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Cirebon mendorong agar dapur-dapur MBG tidak melulu mengambil bahan pangan dari pasar induk. Pasar tradisional harus ikut mendapat bagian dari kebutuhan MBG.

Sebab, setiap kilogram ayam, sayuran, daging maupun komoditas pangan lainnya ada uang yang berputar di kantong pedagang kecil.

Kabid Sarana dan Pelaku Distribusi Disdagin Kabupaten Cirebon, Teguh Mulyono mengatakan, pola belanja MBG bisa menjadi salah satu pengungkit ekonomi pasar tradisional.

BACA JUGA:4.600 Orang Diperkirakan Terselamatkan, Ribuan Botol Miras dan Narkoba Dimusnahkan di Cirebon

“Kami berharap MBG juga belanja di pasar yang terdekat dengan lokasi MBG. Dengan langkah tersebut bisa membantu perekonomian yang ada di pasar tradisional,” kata Teguh, Minggu (12/9).

Menurutnya, kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar untuk program MBG sebetulnya tidak harus seluruhnya dipenuhi dari pasar induk.

Komoditas seperti ayam, daging, sayuran dan kebutuhan pangan lainnya tersedia di pasar tradisional yang tersebar di berbagai wilayah.

“Jika belanja MBG diarahkan ke pasar-pasar tradisional, efek ekonominya dinilai akan lebih terasa,” ucapnya.
Lebih lanjut, diungkapkan Teguh, ada keluhan pedagang mengenai kenaikan harga sejumlah bahan pangan. Salah satu yang paling terasa adalah komoditas ayam.

BACA JUGA:Ribuan Warga Majalengka Gelar Shalat Istisqa, Berharap Hujan Segera Turun

“Kenaikan harga ayam tidak langsung dikaitkan dengan meningkatnya kebutuhan akibat MBG. Tapi, ada faktor lain yang ikut bermain,” terangnya.

Yakni, kenaikan harga pakan menjadi salah satu pemicunya. Di sisi lain, kondisi cuaca juga berdampak terhadap peternakan.

Banyak ayam disebut mengalami kematian di tingkat peternak. Akibatnya, pasokan berkurang ketika kebutuhan pasar tetap berjalan.

“Sederhananya, ketika permintaan naik sementara barang yang tersedia terbatas, harga pun ikut terdorong,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait