Kujang hingga Samurai Dicuci, Begini Tradisi 'Ngumbah Pusaka' di Rumah Adat Panjalin
Tradisi 'Ngumbah Pusaka' di Rumah Adat Panjalin Majalengka dilakukan setiap akhir bulan Maulid untuk merawat kujang, keris, tombak, dan pusaka lainnya.-Ono Cahyono-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Tradisi ‘Ngumbah Pusaka’ kembali digelar di Rumah Adat Panjalin, Desa Panjalin Kidul, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka.
Juru kunci, pengurus, komunitas barang antik, dan pemerintah desa berkumpul untuk mencuci berbagai pusaka yang tersimpan di Rumah Adat Panjalin.
Lantunan selawat Nabi mengiringi prosesi tradisi tersebut.
Juru Kunci Rumah Adat Panjalin, H Iang Saeful Ikhsan SAg, mengatakan ngumbah pusaka, atau mencuci pusaka dalam bahasa Sunda, rutin dilakukan setiap malam terakhir bulan Maulid atau Rabiul Awal.
BACA JUGA:9 Tanaman Hias yang Dapat Mendatangkan Keberuntungan, Dipercaya Bawa Rezeki dan Hoki
"Di malam terakhir bulan Maulid ini, kami menjaga dan melestarikan pusaka-pusaka yang ada di rumah adat agar tetap lestari dan terjaga. Salah satunya dengan mencuci pusaka-pusaka Rumah Adat Panjalin," kata H Iang, Senin, 14 September 2026.
Menurut Iang, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pengurus dan juru kunci dalam merawat peninggalan bersejarah yang tersimpan di Rumah Adat Panjalin.
Ia bersyukur komunitas barang-barang antik di Panjalin dan pemerintah desa ikut bergotong royong membersihkan pusaka dalam tradisi ngumbah pusaka tersebut.
Beragam benda bersejarah tersimpan di rumah adat. Di antaranya kujang, keris, tombak, dan samurai.
BACA JUGA:Sehari Dua Kali Kebakaran Lahan Terjadi di Leuwimunding, Warga Diimbau Tak Bakar Sampah Sembarangan
Selain itu, terdapat batu-batu peninggalan zaman dahulu, mandau, serta sejumlah benda bersejarah lainnya.
Iang juga berupaya mengumpulkan berbagai benda pusaka yang masih tersimpan di keluarga keturunan untuk disatukan di museum rumah adat.
"Saya selaku juru kunci rumah adat berupaya mengumpulkan barang-barang pusaka yang ada di keluarga untuk disatukan di dalam museum rumah adat. Dengan begitu, nilai-nilai keasliannya dapat terlihat," ujar Iang.
Ia menambahkan, sejumlah benda pusaka asli Rumah Adat Panjalin masih tersebar di keluarga atau keturunan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


