ISPA Merebak, IGD RS Sumber Urip Cirebon Dibanjiri Pasien Anak
Aktivitas pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Sumber Urip, Cirebon-Dede Adhitama-
radarcirebon.disway.id/listtag/233/cirebon">CIREBON, radarcirebon.COM – Aktivitas pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Sumber Urip, radarcirebon.disway.id/listtag/233/cirebon">CIREBON, mulai mengalami peningkatan dalam dua pekan terakhir.
Jumlah pasien yang datang tercatat naik sekitar 20 hingga 25 persen, dengan anak-anak menjadi kelompok yang paling banyak membutuhkan penanganan.
Direktur Umum RS Sumber Urip, Ati Setyowati, mengatakan peningkatan kunjungan tersebut didominasi pasien dengan keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
BACA JUGA:Bantah Isu Gagal Berangkat, Dispara Indramayu Pastikan Kontingen 34 Cabor Ikut Porprov
Keluhan yang dibawa pasien cukup beragam, mulai dari batuk, pilek dan demam hingga gangguan pernapasan yang membuat pasien harus mendapat penanganan lebih serius.
“Memang ada peningkatan kunjungan di IGD, terutama kasus-kasus infeksi saluran napas. Pasien-pasien yang datang ke IGD usia anak-anak,” ujar Ati saat ditemui di kantornya, Jumat 18 September 2026.
Meningkatnya pasien ISPA turut berdampak pada kebutuhan tempat tidur di ruang perawatan.
Sebagian pasien anak yang kondisinya membutuhkan pemantauan lebih lanjut harus menjalani rawat inap setelah mendapat penanganan awal di IGD.
Menurut Ati, kondisi kepadatan ruang perawatan juga terjadi di sejumlah rumah sakit lainnya.
Ketika seluruh tempat tidur sudah terisi, rumah sakit tidak dapat memaksakan pasien untuk menjalani rawat inap.
“Kalau misalnya kamar rawatnya penuh, kita juga tidak bisa memaksakan pasien untuk dirawat,” katanya.
Meski jumlah pasien mengalami kenaikan, Ati memastikan pelayanan terhadap pasien tetap berjalan.
Penanganan dilakukan berdasarkan tingkat kegawatan, sehingga pasien dengan kondisi paling membutuhkan pertolongan akan diprioritaskan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


