Nelayan Hilang Saat Melaut Ditemukan Tewas di Bibir Laut Bungko
Seorang nelayan ditemukan tewas di pinggir pantai Bungko-Dede Adhitama-
RADARCIREBON.COM — Misteri keberadaan seorang nelayan yang tak kunjung pulang setelah berangkat melaut akhirnya terungkap. S, 36 tahun, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di bibir laut Desa Bungko, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Selasa (22/9/2026).
Korban sebelumnya berangkat melaut pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 04.30 WIB. Namun hingga waktu yang ditunggu, S tak kunjung kembali ke rumah.
Kekhawatiran keluarga semakin meningkat setelah keberadaan korban tidak diketahui. Upaya pencarian kemudian dilakukan dengan meminta informasi kepada sejumlah nelayan.
Salah seorang nelayan, Sodikin (60), mengaku sempat melihat korban pada Senin sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, korban terlihat melintas menuju ke tengah laut dan keduanya sempat bertegur sapa.
BACA JUGA:Galodo Terjang Solok, Apa Arti, Pemicu dan Akibat yang Ditimbulkan?
Pencarian kemudian menemukan titik terang setelah perahu milik korban diketahui berada di wilayah Ujung Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Namun, korban belum ditemukan.
Hingga Selasa sekitar pukul 10.00 WIB, Tarmudi (53) bersama Moh. Ohari (38) dan sejumlah nelayan lainnya menemukan tubuh korban di bibir laut Desa Bungko.
Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada perangkat desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Kapetakan AKP Rudiana, bersama Kanit Reskrim Ipda Marmo, dan anggota langsung mendatangi lokasi.
BACA JUGA:Cara Mengajukan Penutupan Kartu Kredit Lewat Call Center Bank Tanpa Tergoda Tawaran CS
Petugas kemudian mengamankan lokasi dan berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Cirebon Kota untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Setelah proses penanganan di lokasi selesai, jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke kediamannya sekitar pukul 11.30 WIB.
Kapolsek Kapetakan AKP Rudiana menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia mengatakan, kepolisian langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Turut berduka cita yang mendalam. Begitu informasi kami terima, personel langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dengan tetap mengedepankan empati dan penghormatan kepada korban serta keluarga,” ujar Rudiana.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

