Tokoh Masyarakat Argasunya Kritik Data Bansos dan Ajak Dialog Pemutakhiran Data Mikro
Mohamad Ubaedilah,-Abdullah-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Polemik ketidaktepatan data desil penerima bantuan sosial (bansos) yang kerap memicu gejolak sosial di masyarakat mendapat sorotan kritis dari elemen masyarakat sipil Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon.
Mohamad Ubaedilah, tokoh masyarakat Argasunya yang juga mantan Ketua RT 06 RW 09 sekaligus praktisi usaha local kepada radar Cirebon, Rabu (23/9/2026) , menilai ada celah ketimpangan mendasar pada sistem pendataan kemiskinan dan pemutakhiran data publik saat ini.
Alokasi anggaran sensus periodik dinilai belum sepenuhnya menjawab masalah error sampling atau ketidaktepatan sasaran di jeda antar-pendataan.
Di lapangan, kata Ubaedilah, masalah desil ini selalu jadi sumber polemik warga. Pemerintah daerah dan BPS kerap dipusingkan oleh data yang tidak akurat. Padahal ada struktur Dasawisma dan RT/RW yang setiap hari bersentuhan langsung dengan dinamika ekonomi warga.
BACA JUGA:Pelantikan Sri Rahayu Damayanti sebagai Direktur Baru Perumdam Tirta Bhakti Raharja Majalengka
Atas kondisi tersebut, kata Ubaedilah, tim elemen warga RW 09 Argasunya sedang merampungkan analisis draf naskah gagasan (Policy Paper) untuk mendorong pemanfaatan data mikro Dasawisma RT/RW sebagai pendukung (backup) data BPS dan Pemerintah Daerah.
Menurut Ubaedilah, Secara teknis yuridis, gagasan dari akar rumput Argasunya ini disandarkan pada empat lapis regulasi kuat, yakni UU No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik, Perpres No. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, Permendagri No. 18 Tahun 2018, serta didukung oleh regulasi daerah Perda Kota Cirebon No. 4 Tahun 2009 dan Perwali Kota Cirebon No. 34 Tahun 2025 tentang Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan.
“Jika Pemkot Cirebon, DPRD, maupun BPS membuka ruang dialog, Ubaedilah menegaskan pihak warga sangat siap hadir memaparkan formulasi teknisnya secara transparan,” ujarnya.
Ubaedilah memberikan seruan terbuka bagi seluruh pengurus wilayah di tingkat RT/RW, Kami di Argasunya ingin membuktikan komitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi daerah.
BACA JUGA:Ditemukan, Ini Sosok ABK yang Hilang Bersama 5 Jurnalis di Selat Sunda
Kami juga menyerukan kepada seluruh pengurus RT/RW dan elemen masyarakat di tingkat bawah agar jangan hanya bersikap pasif.
“Pengurus di akar rumput harus berani bergerak dan memberikan sumbangsih pemikiran konkret sesuai kapasitas wilayahnya demi kesejahteraan rakyat," tegasnya. (abd)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

