Microsoft Investasi 1,7 Miliar USD di Indonesia, Ini yang Diminta dan Diharapkan Pemerintah
Pemerintah berharap investasi Microsoft di Indonesia bisa berpengaruh ke banyak aspek pengembangan teknologi- -radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM - Investasi Microsoft di Indonesia kembali menjadi sorotan setelah pemerintah menyatakan bahwa komitmen senilai 1,7 miliar USD tidak cukup hanya memperkuat kehadiran perusahaan di pasar domestik.
Pemerintah ingin investasi tersebut memberikan manfaat jangka panjang bagi kapasitas teknologi nasional, mulai dari transfer teknologi, pengembangan talenta digital, hingga penguatan industri cloud dan kecerdasan buatan (AI).
Microsoft Investasi USD 1,7 Miliar di Indonesia
Komitmen investasi Microsoft mencapai USD 1,7 miliar untuk periode 2024-2028, dengan fokus antara lain pada pengembangan infrastruktur cloud, AI, dan ekosistem digital Indonesia.
Hal tersebut kembali dibahas dalam pertemuan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, dengan President Microsoft Global, Affairs Lisa, Monaco di New York, Amerika Serikat, pada 23 September 2026.
Meutya mengapresiasi komitmen nasional tersebut, namun pentingnya memastikan investasi teknologi memberikan dampak yang lebih luas terhadap kemampuan.
Pemerintah mendorong adanya transfer teknologi dan pengetahuan, pengembangan bakat, serta peningkatan kemampuan pelaku industri digital Indonesia.
Indonesia Diminta Tak Hanya Jadi Pasar
Salah satu poin utama dalam pertemuan tersebut adalah keinginan pemerintah agar Indonesia tidak hanya dipandang sebagai pasar bagi produk dan layanan teknologi.
Pemerintah berharap Indonesia dapat berkembang menjadi pusat strategi infrastruktur digital dan inovasi di kawasan.
BACA JUGA: Dapat Refresh Rate Layar 120Hz! Simak Rekomendasi HP Android 2 Jutaan Terbaru dan Terbaik Saat Ini
Oleh karena itu, kerja sama dengan Microsoft diarahkan untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi institusi, pelaku usaha, pengembang atau pengembang, serta perusahaan teknologi nasional untuk meningkatkan kemampuan dengan memanfaatkan keahlian teknologi global.
Ruang kolaborasinya mencakup AI, teknologi cloud, keamanan siber, hingga tata kelola teknologi yang bertanggung jawab.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
