Bupati Cirebon Imron Ingatkan Mahasiswa GMNI: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data
Bupati Cirebon Drs H Imron MAg menghadiri kegiatan Penerimaan dan Pembinaan Anggota (PPAB) yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cirebon, Jumat 9 Oktober 2026. -Deni Hamdani-RADARCIREBON.COM
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Bupati Cirebon Drs H Imron MAg mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya lantang menyampaikan kritik terhadap pemerintah, tetapi juga mampu menawarkan solusi atas berbagai persoalan daerah.
Mahasiswa dinilai perlu membekali diri dengan data yang akurat, pemahaman masalah, serta karakter yang kuat agar tetap independen dalam menyampaikan aspirasi.
Pesan tersebut disampaikan Imron saat menghadiri kegiatan Penerimaan dan Pembinaan Anggota (PPAB) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cirebon, Jumat (9/10). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Bupati Cirebon.
BACA JUGA:Bupati Dian Bongkar Tantangan APBD Kuningan 2027, dari Jalan Rusak hingga Risiko Utang Daerah
Menurut Imron, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam mendorong kemajuan Kabupaten Cirebon.
Sebagai bagian dari masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu melihat persoalan secara objektif, mengidentifikasi akar permasalahan, serta menyampaikan gagasan yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan.
Ia menegaskan, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Namun, kritik tersebut sebaiknya disertai argumentasi yang kuat dan didukung data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan bekal tersebut, mahasiswa tidak hanya menyampaikan ketidakpuasan, tetapi juga mampu menjelaskan persoalan yang terjadi dan memberikan alternatif penyelesaian.
“Mahasiswa harus mempunyai peran, konsep, dan solusi terhadap berbagai masalah di Kabupaten Cirebon. Ketika menggelar aksi demonstrasi, harus memiliki data yang akurat dan memahami persoalannya,” ujarnya.
Mahasiswa Didorong Tak Sekadar Menyampaikan Kritik
Imron berharap mahasiswa dapat mengembangkan pola pikir kritis sekaligus konstruktif.
Menurutnya, gerakan mahasiswa akan semakin bermakna apabila aspirasi yang disampaikan turut disertai gagasan yang dapat dipertimbangkan oleh pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya.
BACA JUGA:Bupati Majalengka Sepakat Hemat Anggaran, Ini Fokus APBD 2027
Dalam konteks pembangunan daerah, mahasiswa memiliki kesempatan untuk ikut mengawal berbagai persoalan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase
