Imbas Dugaan Pemukulan Perawat, Dokter T Mundur dari RS Sumber Waras Cirebon

Imbas Dugaan Pemukulan Perawat, Dokter T Mundur dari RS Sumber Waras Cirebon

Perwakilan manajemen RS Sumber Waras, Ahmad Qoyyim-dede adhitama-radarcirebon

RADARCIREBON.COM–Dokter spesialis bedah berinisial T mengundurkan diri dari Rumah Sakit (RS) Sumber Waras Cirebon pada 14 Oktober 2026.

Keputusan tersebut terjadi di tengah sorotan atas dugaan pemukulan terhadap seorang perawat yang sebelumnya mencuat ke publik.

Meski dokter T telah mengundurkan diri, manajemen RS Sumber Waras memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan normal, termasuk layanan bedah.

Perwakilan manajemen RS Sumber Waras, Ahmad Qoyyim, mengatakan pihak rumah sakit menghormati keputusan pengunduran diri dokter T yang merupakan dokter spesialis bedah (Sp.B).

BACA JUGA:Polisi Siaga Amankan Perayaan Sejit Dewi Pek Khu Thay Fud di Vihara Boen San Tong Cirebon

“Dokter T, Sp.B., telah mengundurkan diri sejak tanggal 14 Oktober 2026. Namun, proses pelayanan tetap berjalan seperti biasa dan tidak terganggu dengan kondisi ini,” ucapnya Sabtu (17/10/2026).

Ia menegaskan, manajemen rumah sakit berkomitmen menjaga kualitas pelayanan agar pasien tetap mendapatkan penanganan medis sesuai kebutuhan.

"Pengunduran diri dokter T tidak boleh berdampak terhadap keberlangsungan pelayanan kesehatan. Rumah sakit memastikan aktivitas medis tetap berlangsung sebagaimana mestinya,"ujarnya

Terkait persoalan dugaan pemukulan yang melibatkan dokter dan perawat tersebut, pihak rumah sakit menyatakan persoalan itu tidak melibatkan institusi rumah sakit.

BACA JUGA:Pemkab Cirebon Gandeng Kejari, Linmas Diperkuat untuk Deteksi Dini Masalah Warga

Sebelumnya, dugaan penganiayaan terhadap seorang perawat oleh dokter T menjadi perhatian publik. Persoalan tersebut turut memunculkan sorotan terhadap hubungan profesional antara tenaga medis di lingkungan rumah sakit.

Dengan mundurnya dokter T, manajemen RS Sumber Waras menegaskan pelayanan kepada pasien tetap menjadi prioritas utama dan memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan kesehatan secara optimal.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: