Marching Band SMPN 1 Cirebon Bidik Podium Internasional
-Ade Gustiana-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM–Marching band SMP Negeri 1 Cirebon kembali membidik prestasi di panggung internasional. Bermodal juara 1 Piala Panglima tingkat nasional dan juara 3 kompetisi internasional pada 2025, tim ini bersiap tampil dalam ajang internasional di Jakarta, 18 Desember 2026.
Persiapan mulai digeber. Para siswa mematangkan kemampuan bermusik, menyelaraskan formasi, hingga menyempurnakan materi penampilan. Latihan rutin yang berlangsung dua kali sepekan juga akan diperkuat dengan training camp (TC) pada akhir pekan.
Pembina Marching Band SMPN 1 Cirebon, Istiqomah, mengatakan para siswa telah memulai latihan untuk menghadapi kompetisi tersebut. Dukungan masyarakat, terutama keluarga besar sekolah, diharapkan turut menguatkan persiapan tim.
“Anak-anak sudah mulai berlatih. Kami memohon doa restu agar bisa memberikan penampilan terbaik,” kata Istiqomah saat ditemui di sekolah, Senin (19/10/2026).
BACA JUGA:Sudah Banyak Makan tapi Tetap Kurus? Ini 10 Penyebab yang Perlu Diketahui
Prestasi tahun lalu menjadi modal penting. Selain meraih juara 1 Piala Panglima tingkat nasional, marching band SMPN 1 Cirebon juga menempati posisi ketiga dalam kompetisi internasional di Jakarta.
Capaian tersebut menjadi pijakan untuk meningkatkan hasil pada kompetisi tahun ini. Namun, target itu menuntut persiapan yang lebih matang, baik dari sisi musikalitas maupun kekompakan seluruh anggota.
Selama ini, latihan ekstrakurikuler digelar setiap Selasa dan Kamis. Frekuensinya dapat ditambah sesuai kebutuhan, terutama menjelang perlombaan. Melalui latihan tambahan, para siswa diharapkan semakin siap membawakan materi sekaligus menjaga keseragaman gerakan dan formasi.
Pembina sekaligus Pelatih Marching Band SMPN 1 Cirebon, Anto, mengatakan tim juga menyiapkan repertoar yang mengangkat kekayaan musik daerah Indonesia. Materi yang direncanakan meliputi Ambon Manise, medley musik Ambon dan Papua, serta Toba Fusion.
BACA JUGA:Naturalisasi Taisei Marukawa Segera Rampung, Pelatih John Herdman Beri Sinyal Soal Timnas Indonesia
Pilihan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan warna musik yang berbeda. Jika tahun lalu unsur budaya Cirebon lebih ditonjolkan, tahun ini tim berencana mengeksplorasi musik dari wilayah timur Indonesia.
“Unsur Cirebon sudah ditampilkan tahun lalu. Sekarang kami berencana mengangkat musik dari daerah lain,” ujar Anto di waktu yang sama.
Untuk mematangkan materi, siswa dijadwalkan mengikuti TC pada Sabtu dan Minggu. Kegiatan itu dilakukan dengan bermalam agar proses latihan dapat berlangsung lebih intensif dan menyeluruh.
Tambahan waktu latihan tersebut diharapkan membantu tim menyatukan permainan musik, ketepatan tempo, serta koordinasi antarpemain. Seluruh unsur itu menjadi bagian penting dalam membangun penampilan yang solid di hadapan juri kompetisi internasional.
BACA JUGA:Harimau Malaya Kegocek Lagi, Sem Scheperman Bantah Keturunan Malaysia
Dukungan juga datang dari pihak sekolah. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 1 Cirebon, Euis Sulastri, mengatakan marching band sekolahnya rutin mengikuti festival dan perlombaan setiap tahun.
Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang internasional menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membawa nama Kota Cirebon ke tingkat yang lebih luas.
“Semoga tahun ini bisa meraih hasil terbaik dan membawa nama baik Kota Cirebon,” kata Euis.
Ia mengapresiasi tekad para siswa yang tetap menjalani latihan demi mempersiapkan penampilan. Menurutnya, pencapaian tim tidak hanya bergantung pada kemampuan pemain dan pelatih, tetapi juga dukungan orang tua serta sekolah.
BACA JUGA:7 Laptop untuk Mahasiswa Informatika 2026, dari Budget Hemat hingga Menengah
"Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga semangat siswa selama menjalani proses persiapan," kata Euis. Sekolah dan orang tua diharapkan terus berjalan beriringan dalam mendukung kegiatan serta pengembangan bakat peserta didik. (ade)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
