Kunjungi Pengrajin Jatiwangi, Sekda Jabar Pastikan Kesiapan Program Gentengisasi
Sekda Jabar dan Sekda Majalengka meninjau aktivitas pengrajin genteng di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Senin sore (26/10/2026).-Baehaqi-radarcirebon
MAJALENGKA,RADARCIREBON.COM – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka Aeron Randi meninjau aktivitas pengrajin genteng di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Senin sore (26/10/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan industri genteng lokal dalam mendukung program gentengisasi yang direncanakan melibatkan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Program tersebut diharapkan menjadi momentum kebangkitan industri genteng tradisional Jatiwangi, sekaligus memperkuat peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam kunjungan itu, Herman menyampaikan bahwa persiapan program gentengisasi terus dilakukan, terutama dari sisi ketersediaan pasokan dan kualitas produk.
BACA JUGA:Anggaran Tembus Rp13 Miliar, Majalengka Siapkan 87 Titik Irigasi untuk Atasi Kekeringan
Program tersebut, menurut dia, mendapat pengawalan dari Gubernur Jawa Barat dan kementerian terkait, serta direncanakan diluncurkan oleh Presiden setelah seluruh persiapan dinyatakan memadai.
“Sore ini kami ada di Jatiwangi, Majalengka, untuk mengecek kesiapan program gentengisasi. Insyaallah program ini dikawal langsung oleh Pak Gubernur dan Pak Menteri, serta mudah-mudahan tidak ada kendala sehingga dapat diluncurkan oleh Bapak Presiden,” ujar Herman.
Dari sisi pasokan, ia menyebut terdapat rencana dukungan hingga 600.000 truk. Dengan asumsi setiap truk mengangkut 4.000 genteng, kapasitas tersebut setara dengan sekitar 2,4 miliar keping genteng.
Keterangan angka tersebut menjadi gambaran besarnya kebutuhan dan potensi produksi yang perlu disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program. Namun, realisasi pasokan tetap bergantung pada kebutuhan program, kapasitas produksi, distribusi, serta tahapan pelaksanaan yang ditetapkan pemerintah.
BACA JUGA:Punya Darah Indonesia, Pemain Muda Islandia Dikabarkan Masuk Radar PSSI, Siapa?
Herman juga menyoroti peningkatan kualitas genteng Jatiwangi yang kini semakin didukung standardisasi. Menurut dia, pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI) menjadi salah satu pembeda penting dibandingkan kondisi sebelumnya.
Standardisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pengrajin.
Dengan kualitas yang teruji, genteng Jatiwangi diharapkan mampu bersaing tidak hanya di pasar Jawa Barat, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia.
Pengrajin Rasakan Dampak terhadap Penjualan
Dalam dialog bersama perwakilan pengrajin, program gentengisasi dinilai mulai memberikan dampak positif terhadap aktivitas usaha. Perwakilan pengrajin menyebut peningkatan permintaan turut membantu memperbaiki kondisi usaha yang sebelumnya menghadapi tantangan pemasaran dan keuntungan produksi.
BACA JUGA:Misi Emas Kota Cirebon Dimulai! Ini Lawan Perdana Tim Futsal Putra dan Putri di Porprov 2026
Wakil ketua perwakilan pengrajin menyampaikan bahwa manfaat program tidak hanya dirasakan pemilik pabrik genteng, tetapi juga tenaga kerja dan pelaku usaha pendukung, termasuk pemasok kayu bakar.
“Dari pihak pengrajin, tenaga kerja, hingga pengusaha lainnya, seperti pemasok kayu bakar, ikut merasakan dampaknya. Harga juga mulai kompetitif sehingga keuntungan pabrik bisa diperhitungkan dan hasilnya mulai terasa,” ujarnya.
Ketua perwakilan pengrajin juga mengungkapkan bahwa kondisi usaha saat ini menunjukkan perubahan dibandingkan periode sebelumnya. Ia menilai harga yang lebih baik dan meningkatnya volume permintaan menjadi perkembangan positif bagi keberlangsungan industri genteng di Jatiwangi.
Salah seorang pengrajin menambahkan, program tersebut membantu meningkatkan daya beli dan mempermudah pemasaran hasil produksi.
BACA JUGA:Lepas 600 Kontingen ke Porprov Jabar 2026, Kabupaten Cirebon Bidik 23 Medali Emas
“Dengan adanya program ini, UMKM genteng meningkat. Daya beli semakin banyak dan penjualan tidak sesulit sebelumnya karena sudah ada pihak yang membutuhkan. Alhamdulillah, ini menjadi rezeki bagi pabrik genteng,” katanya.
Meningkatnya permintaan tersebut diharapkan dapat memberikan efek berantai bagi perekonomian masyarakat. Selain menjaga keberlangsungan pabrik, aktivitas produksi juga berpotensi memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha pendukung.
Meski demikian, keberlanjutan dampak ekonomi tersebut akan sangat bergantung pada konsistensi permintaan, kepastian penyerapan produk, serta kemampuan pengrajin menjaga mutu dan memenuhi kebutuhan pasar.
Pemda Fasilitasi Sertifikasi SNI
Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas produksi melalui fasilitasi pembiayaan pengujian mutu dan pemenuhan standar produk.
BACA JUGA:Hari Pertama TKA SMA di Cirebon Lancar, Siswa Kelas X dan XI Jalani PJJ
Perwakilan Pemerintah Kabupaten Majalengka menjelaskan bahwa fasilitasi tersebut dilakukan untuk membantu pengrajin memenuhi persyaratan teknis, termasuk pengujian keandalan dan mekanis produk.
Dari total 45 pengrajin yang menjadi perhatian dalam program fasilitasi tersebut, sebanyak 34 pengrajin disebut telah memiliki sertifikasi SNI, sedangkan 11 lainnya masih dalam proses. Meski belum seluruhnya mengantongi sertifikat, sebelas pengrajin tersebut disebut telah lulus uji keandalan atau uji mekanis.
“Bupati dan Gubernur bahu-membahu memfasilitasi para pengrajin di Jatiwangi. Dari 45 pengrajin, 34 di antaranya sudah memiliki SNI, sementara 11 lainnya sedang berproses dan telah lulus uji keandalan atau uji mekanis,” ujar perwakilan pemerintah daerah.
Fasilitasi tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat daya saing produk genteng lokal. Bagi pengrajin, sertifikasi dapat membantu meningkatkan kredibilitas produk dan memperluas peluang kerja sama dengan pembeli. Sementara bagi konsumen, pemenuhan standar memberikan kepastian yang lebih baik terkait persyaratan mutu produk.
BACA JUGA:Pendaftaran Pemagangan Nasional Batch 3 Segera Dibuka, Disnaker Kota Cirebon Imbau Peserta Siapkan Diri
Pemerintah daerah pun mendorong masyarakat dan calon pembeli dari berbagai wilayah untuk mempertimbangkan genteng Jatiwangi sebagai salah satu pilihan bahan bangunan.
Ke depan, kesiapan produksi, pemenuhan standar, dan kepastian pasar menjadi faktor penting agar program gentengisasi tidak hanya meningkatkan permintaan dalam jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi industri genteng yang berkelanjutan.
Dengan dukungan pemerintah serta keterlibatan pengrajin dan pelaku usaha pendukung, industri genteng Jatiwangi diharapkan semakin berkembang sebagai salah satu kekuatan ekonomi lokal Kabupaten Majalengka. (Bae)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

