Daya Motor

Waduk Darma Surut, BBWS Pastikan Irigasi Pertanian Tetap Normal

Waduk Darma Surut, BBWS Pastikan Irigasi Pertanian Tetap Normal

Volume air Waduk Darma Kuningan menyusut menjadi 9 juta meter kubik akibat kemarau. BBWS memastikan irigasi masih berjalan normal hingga kini. -Agus Sugiarto -RADARCIREBON.COM

KUNINGAN, RADARCIREBON.COM – Volume air Waduk Darma di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terus menyusut di tengah kemarau berkepanjangan.

Saat ini, ketersediaan air waduk diperkirakan hanya sekitar 9 juta meter kubik atau tersisa 30 persen dari kapasitas normal yang mencapai 32 juta meter kubik.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Waduk Darma memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan air untuk irigasi pertanian dan pasokan air baku masyarakat.

BACA JUGA:Volume Air Waduk Darma Berkurang Drastis, Menyusut karena Musim Kemarau

Meski debit air terus berkurang, pengoperasian waduk hingga kini masih berjalan normal.

Penyusutan volume air dipengaruhi oleh minimnya curah hujan selama periode kering yang berlangsung cukup lama.

Selain itu, air waduk tetap dilepas secara rutin untuk memenuhi kebutuhan irigasi persawahan, baik di wilayah Kabupaten Kuningan maupun sebagian Kabupaten Cirebon.

Petugas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang menangani Waduk Darma dan Waduk Kuningan, Dodo, menjelaskan bahwa kondisi surutnya air saat ini masih berada dalam batas pengoperasian normal bendungan.

Menurutnya, air yang tersimpan di Waduk Darma memang dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat, terutama sektor pertanian dan pasokan air baku sehari-hari.

"Surutnya air Waduk Darma saat ini masih dalam pengoperasian normal. Air memang dibutuhkan untuk irigasi di Kuningan dan sebagian Cirebon, serta kebutuhan harian air baku," tuturnya.

Dengan kondisi tersebut, pengaturan distribusi air menjadi salah satu hal penting untuk menjaga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Terlebih, sektor pertanian sangat bergantung pada ketersediaan air untuk menunjang aktivitas budidaya tanaman dan menjaga produktivitas lahan persawahan.

BACA JUGA:Desa Jagara Dianggap 'Anak Emas' Pengelola Waduk Darma, Ini Tanggapan Kuwu Umar

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskantan) terus memantau penyaluran air ke area persawahan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase