Alat musik pun ditabuh sebagai pengiring tarian sintren yang sudah dikenal masyarakat. Sesekali perempuan tersebut terjatuh saat penonton melempar uang ke tubuhnya.
Menurut Ketua Sanggar Tari Klapa Jajar Elang Mamat Nurachmat kepada radarcirebon.com menuturkan, banyak makna dan filosofi dalam tarian sintren.
\"Jadi filosofinya perjalanan roh manusia ketika masih di surga itu wujudnya masih gadis dan suci. Dan ikatan-ikatan yang dilakukan oleh dalang pada penari sintren itu adalah ikatan perjanjian kehidupan di alam dunia antara sang pencipta dengan si roh itu sendiri. Kemudian sang penari masuk ke kurungan. Dia sudah menyatu dengan janin sang ibu di dalam kandungan (kurungan),\" tuturnya, Sabtu (24/10).
Masih kata Elang Mamat, roh dan janin mendandani dirinya. Sehingga menjadi manusia yang sempurna.
\"Setelah kurungan dibuka, ya itulah sudah menjadi wujud manusia. Menarinya sintren itu yaitu kehidupan di alam dunia,\" ujarnya.