MAJALENGKA – Camat Kertajati Aminudin menyebutkan, pembebasan lahan untuk megaproyek Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati baru seluas 750 hektare atau sekitar 41 persen dari lahan yang dibutuhkan 1.800 hektare. Dijelaskan, wilayah Kertasari serta Cintakarya mulai dilakukan pemberkasan seiring permintaan sejumlah masyarakat yang menghendaki lahannya dibayar. “Sedangkan dua desa lainnya yakni Sukamulya dan Sukakerta masih dalam pembahasan,” jelas Camat. Dari luas lahan 750 hektare tersebut, sambungnya 650 hektare berasal dari tanah masyarakat yang sudah diberikan ganti rugi. Klasifikasi di antaranya 100 hektare berupa jalan dan tanah negara. Bila Sukamulya dan Sukakerta dibebaskan maka luas areal akan bertambah sekitar 105 hektare lagi. “Akan tetapi kebutuhan 1.800 hektare itu angka aman untuk keseluruhan areal BIJB. Karena pada dasarnya kebutuhan untuk bandara sendiri dengan luas lahan 600 hektare saja itu sudah dianggap mencukupi dan bisa digunakan untuk maskapai penerbangan,” ujarnya. Sementara itu, Bupati Majalengka H Sutrisno SE MSi berharap, pembebasan lahan BIJB ditargetkan sudah selesai pada tahun 2016 mendatang. Sehingga tahun 2017 bandara sudah mulai bisa beroperasi minimalnya untuk penerbangan jamaah haji Indonesia. Target tersebut diharapkan tercapai karena pembangunan mulai dilaksanakan tahun ini oleh pemerintah pusat. “Adapun pembebasan lahan yang belum selesai diharapkan segera dibebaskan,” harapnya. Menurutnya, pembangunan fisik terutama runway sudah mulai digarap tahun ini. Hal itu berdasarkan berdirinya pembangunan gudang sejak bulan Juli lalu serta sejumlah alat berat sudah mulai didatangkan ke lokasi di Kertajati. Pembebasan lahan yang masih tersisa untuk memenuhi kebutuhan seluas 1.800 hektare juga akan dilakukan tahun ini oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dua desa di antaranya Desa Kertasari dan Desa Kertajati di Blok Cintakarya masih dilakukan pendataan ulang bangunan dan tanaman yang ada di atas tanah milik masyarakat. Adapun pemberkasan data kepemilikan lahan serta tanaman kemudian dilakukan negosiasi harga. Pasalnya, kedua wilayah tersebut telah dilakukan pengukuran pada tahun 2011 lalu. “Tahun ini pemerintah juga sudah melakukan ganti rugi lahan terhadap tanah milik masyarakat di Blok Congkok menjelang Lebaran lalu. Ke depan tinggal penuntasan di Kertasari dan Cintakarya saja,” bebernya. (ono)
Pembebasan Lahan BIJB Baru 41 Persen
Kamis 22-08-2013,12:00 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 24-07-2026,13:57 WIB
Kondisi Terkini Lovanya Evelyn, Satu-satunya Korban Selamat Kecelakaan Ciperna Mulai Pulih
Jumat 24-07-2026,08:24 WIB
Rekomendasi Cafe Hits di Majalengka dengan Spot Foto Instagramable, yang Mana Favoritmu?
Jumat 24-07-2026,08:35 WIB
Terungkap! Alasan Oknum PNS di Cirebon Bunuh Tetangga Sendiri Bikin Warga Syok
Jumat 24-07-2026,11:00 WIB
Cirebon Buka Pintu Investasi Lebar-lebar, Kawasan Industri Disiapkan, Serap Ribuan Tenaga Kerja
Terkini
Sabtu 25-07-2026,05:09 WIB
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK 20 Hari, Mengaku Dikriminalisasi
Sabtu 25-07-2026,05:07 WIB
6 Rekomendasi Mobil Bekas 50 Jutaan Masih Bagus dan Layak Beli, Banyak Pilihan Legendaris yang Tangguh
Sabtu 25-07-2026,05:04 WIB
Bukan Sekadar Upgrade! Galaxy Watch Ultra 2 Hadir dengan Snapdragon Wear Elite dan AI Baru
Sabtu 25-07-2026,04:46 WIB
8 Mobil Bekas 30 Jutaan Paling Irit BBM yang Masih Nyaman Dipakai Harian dan Murah Dirawat sampai Sekarang
Sabtu 25-07-2026,04:45 WIB