KUNINGAN - Sumpah Pemuda terus dijadikan momentum para pemuda, terutama mahasiswa untuk mengungkapkan unek-uneknya. Jum’at (29/10), ratusan mahasiswa gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Kuningan melakukan unjuk rasa. Mereka, antara lain dari BEM Universitas Kuningan (Uniku), BEM Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Ihya, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan (STIKKu). Tuntutan mereka beragam. Namun lebih kepada tuntutan transfaransi APBD Kuningan. Kemudian ajakan pemuda bangkit. Terakhir ajakan sekaligus action langsung penggalangan dana untuk korban bencana tsunami di Mentawai, dan korban letusan Gunung Merapi, Jogjakarta. Unjuk rasa diawali long march massa dari Kampus II Uniku, pukul 9.00. Sasaran utama mereka, Kantor Bupati Kuningan. Di depan pendopo, massa mendapat penjagaan ketat aparat kepolisian dan Satpol PP. Bahkan beberapa polisi bersiap dengan pistol gas air matanya. Namun apa yang dikhawatirkan tidak terjadi. Aksi aliansi BEM berjalan tertib dan damai. ”Terpaan isme global telah menghantam pemuda. Hilangnya moral, matinya idealisme tertidurlah dengan rayuan kenikmatan, lupa akan masa depan untuk perubahan. Sehingga kepekaan sosial menjadi hilang, bencana pun tak peduli. Itulah yang terjadi hari ini kawan,” koar Presma BEM Uniku, Dedi Hendriana. Kejadian memprihatinkan lain, menurut Dedi, koalisi pemuda sudah mengekor pada kekuasaan birokrasi dan mengancam eksistensi kemandirian pemuda sebagai pelopor perubahan. Kemudian hilangnya integritas pemuda sebagai pengusung perlawanan terhadap segala bentuk penjajahan pembodohan publik. Maka dari itu, lanjut Presma STIKKu, tancapkan identitas sebagai pemuda. Bangun dan meleklah untuk perubahan serta peka akan kehidupan sosial. Ia mengajak pemuda untuk bangkit dan keluar dari belenggu kekuasaan yang membutakan kebenaran dan keadilan. ”Mari kita bersatu untuk membongkar berbagai indikasi kebohongan publik,” tandasnya. Selanjutnya, Dedi menuntut transparansi setiap aturan. Khususnya penggunaan anggaran publik. Ia meminta APBD bisa menjadi konsumsi semua lapisan masyarakat. Di sisi lain, sebagai bentuk kepekaan sosial, Presma BEM STAI Al Ihya menyerukan semua elemen untuk penggalangan dana korban bencana dengan program ”One Men One Thousand” dan doa bersama bagi korban bencana di tanah air. Usai berorasi di depan pendopo, massa bergerak ke Taman Kota untuk langsung melakukan penggalangan dana bagi korban bencana. (tat)
Mahasiswa Tuntut Transparansi APBD
Sabtu 30-10-2010,06:53 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 23-07-2026,15:30 WIB
Rekomendasi 8 HP Terlaris Juli 2026, Spek Gahar, Kamera Oke dengan Harga Terbaik
Jumat 24-07-2026,03:58 WIB
6 Mobil Bekas Murah yang Layak Dibeli Sekarang, Nyaman untuk Touring, Irit BBM, Tangguh dan Ramah Kantong
Kamis 23-07-2026,15:00 WIB
Pediksi Shio Keberuntungan 23–25 Juli 2026, 7 Shio Hoki yang Berpotensi Panen Rezeki Akhir Pekan
Kamis 23-07-2026,14:29 WIB
Massa Geruduk Balai Kota Cirebon, Desak Wali Kota Cabut Satgas Pajak dan Soroti Tunjangan DPRD
Terkini
Jumat 24-07-2026,13:57 WIB
Kondisi Terkini Lovanya Evelyn, Satu-satunya Korban Selamat Kecelakaan Ciperna Mulai Pulih
Jumat 24-07-2026,13:39 WIB
Sopir Truk Maut di Ciperna Resmi Jadi Tersangka, Ditahan usai Tewaskan Ibu, Suami dan Bayi
Jumat 24-07-2026,13:01 WIB
Polres Majalengka Tahan Pria Berinisial NS, Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Dua Anak
Jumat 24-07-2026,12:30 WIB
Kuota Haji Kota Cirebon 2027 Bertambah Jadi 183 Jamaah, Enam Calon Jamaah Tunda Keberangkatan
Jumat 24-07-2026,12:00 WIB