KUNINGAN – Suasana sidang pleno KPU yang digelar di KIC (Kuningan Islamic Center) hari ini (20/9) diprediksi banyak pihak bakal mencekam. Pasalnya, massa pendukung dari kedua kubu paslon diperkirakan bakal berkerumun di lokasi sidang meski sudah dilarang. Terutama di sepanjang jalan baru Cijoho-Cirendang yang biasanya cukup sepi kendaraan. Prediksi beberapa kalangan tersebut ditepis oleh Ketua KPU Kuningan, Endun Abdul Haq MPd. Kala dikonfirmasi dirinya menegaskan, undangan pleno dibatasi. Hal itu dapat meminimalisasi kerumunan massa. Bahkan gerbang KIC bakal mendapat penjagaan ekstra ketat dari aparat keamanan. “Insya Allah situasi akan aman terkendali. Kami sudah memusyawarahkan bagaimana mengantisipasinya. Kami juga berharap kepada masing-masing paslon untuk tidak melakukan pengerahan massa,” kata Endun saat ditemui Radar di ruang kerjanya, kemarin (19/9). Masih berkaitan dengan sidang pleno, dia mengakui tidak mengundang keempat paslon. Hanya saja jika mau datang, dirinya membolehkan paslon untuk menyaksikan sidang pleno KPU. Menanggapi dugaan rusaknya segel kotak suara, Endun mengatakan, itu berkaitan dengan teknis. Yang terpenting isi dari kotak suara tersebut terkontrol. Dengan adanya formulir C1, terdapat kontrol dari isi kotak suara. “Kalau masalah segel kotak suara rusak mah teknis. Aparat kan menjaganya dengan ketat. Kecuali ketahuan ada orang yang sedang membuka kotak suara, itu baru. Saya kira kekhawatiran tersebut nanti bisa diatasi,” ungkapnya. Soal dugaan kecurangan, Endun menandaskan, terdapat mekanisme di mana salah satunya ditangani panwaslu. Pada sidang pleno Jumat, keberatan yang disampaikan saksi hanya berkaitan dengan rekapitulasi suara. Tentang dugaan money politics dan lainnya, imbuh dia, ada mekanisme tersendiri. Sementara itu, penempatan lokasi sidang pleno KPU di KIC mendapat tanggapan dari seorang akademisi Uniku, Edi Nugraha SH MPd. Dia mengatakan, sebaiknya pembacaan keputusan KPU jangan berlokasi di sana. Sebab, sesuai dengan peruntukkannya, KIC merupakan fasilitas pengembangan dan kajian Islam. “KIC kan untuk pengembangan dan kajian Islam, untuk kemajuan Islam dan itu bukan hotel yang bisa disewa dan bukan untuk dipakai kegiatan politik atau untuk kepentingan politik,” kata mantan aktivis HMI tersebut. Ia menyarankan agar lokasi pleno dilaksanakan di kantor KPU atau menyewa hotel. Bisa pula dengan mengambil tempat di gedung Sanggariang. Itu dimaksudkan untuk menjaga netralitas bahwa KPU benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik. “Selain itu, untuk menjaga kecurigaan dari para calon. Kemudian yang penting untuk menjaga gesekan antar pendukung,” ucapnya. (ded)
Pleno KPU akan Mencekam?
Jumat 20-09-2013,11:06 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 05-06-2026,09:04 WIB
Bulan Penuh Keberuntungan: Ini 7 Shio yang Diprediksi Kebanjiran Rezeki dari Berbagai Arah
Jumat 05-06-2026,09:30 WIB
Gaji 13 ASN Pemkab Cirebon Segera Cair Juni 2026, Anggaran Tembus Rp86 Miliar
Jumat 05-06-2026,05:06 WIB
Jadwal FIFA Matchday Juni 2026: Timnas Indonesia vs Oman dan Mozambik
Jumat 05-06-2026,05:26 WIB
Harga Daihatsu Ayla 2026 Terbaru: Cek Daftar Varian, Spesifikasi dan Fitur Lengkapnya
Jumat 05-06-2026,06:00 WIB
Potensi Dana CSR Besar, Aliansi BEM Majalengka Minta Perbup Segera Diterbitkan
Terkini
Sabtu 06-06-2026,02:04 WIB
Pasca Kasus BGN, Kejari Kuningan Perketat Pengawasan Program MBG
Jumat 05-06-2026,22:13 WIB
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung Penyelenggaraan BWB Expo 2026
Jumat 05-06-2026,22:07 WIB
Indonesia vs Oman 3-0: Garuda Perkasa Jelang Hadapi Mozambik
Jumat 05-06-2026,21:58 WIB
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Kesadaran Budaya Kelola Sampah 'Green Action BRI Peduli'
Jumat 05-06-2026,21:26 WIB