MAJALENGKA – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Majalengka Sehat (Format) menganggap instansi terkait seperti Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) belum serius dalam menghadapi persoalan warga Kampung Cigayam, Desa Panjalin Kidul, Kecamatan Sumberjaya. Ketua Format Uju Juhara menegaskan, mestinya pihak BPLH tidak semata-mata berkoordinasi dengan instansi terkait Pemkab Cirebon saja melainkan secara langsung terjun ke lokasi. Menurutnya, dengan melakukan survei ke lapangan akan berdampak mengurangi keresahan masyarakat setempat yang selama ini sudah sangat memprihatinkan hingga memilih mengungsi ke Garut. Pasalnya, Dinkes Majalengka tidak akan bisa berjalan sendiri tanpa didampingi instansi terkait lainnya. Peran BPLH yang dinilai hanya berkoordinasi juga tidak akan optimal jika hanya menerima laporan dari masyarakat serta membaca dari sebuah media massa. Minimalnya jika turun secara langsung membuat masyarakat terdorong dan termotivasi terkait permasalah lingkungan yang tengah terjadi saat ini. “Oleh karena itu, kami meminta kepada BPLH Majalengka untuk segera memantau secara langsung bagaimana kondisi masyarakat sekarang ini. Karena kalau tidak terjun ke lokasi bagaimana mengetahui dampak lingkungan ke masyarakat,” tegasnya, kemarin (26/9). Di samping itu, Uju juga mendesak kepada pihak perusahaan PT Terra Cotta Indonesia (TCI) untuk segera bertanggungjawab yang sudah dijanjikan sebelumnya. Terlebih, sebelumnya pihak perusahaan telah menjanjikan akan memeriksa kondisi warga terkait dugaan dampak yang timbulkan dari cerobong asap batu bara. Ia menambahkan, peran anggota DPRD melalui komisi terkait juga dinilai belum menunjukkan keseriusannya dalam memberikan langkah terhadap masyarakat Desa Panjalin Kidul. Pihaknya mendesak kepada legislatif agar secepatnya berkoordinasi dengan eksekutif guna membahas masalah lingkungan itu. Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan (BPLH) Badrujaman mengaku, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, perusahaan tersebut berada di luar Kabupaten Majalengka. BPLH juga menyebutkan sampai saat ini belum mendapatkan informasi lebih lanjut dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon. “Kami sudah mencari solusi yakni berkoordinasi dengan Pemkab Cirebon untuk mencari jalan keluar terkait adanya keluhan dari warga Cigayam tersebut. Memang yang terkena dampak adalah masyarakat kita, namun industrinya berada di wilayah Cirebon. Sehingga, mekanisme penanganan kasus tersebut sepenuhnya menjadi wewenang dari Kabupaten Cirebon,” paparnya. Badrujaman mengaku, kasus serupa sempat terjadi di Kabuapten Majalengka, tepatnya dialami oleh warga Desa Garawangi, Kecamatan Sumberjaya. Warga setempat mengaku merasa terganggu akibat polusi yang ditimbulkan oleh aktivitas pabrik kapur yang berada di sekitar tempat tinggal mereka. “Dan itu sudah ditangani, yakni harus tutup. Saat ini hanya ada satu perusahaan kapur yang masih buka, itupun izinnya sampai Oktober mendatang, dan tidak akan diperpanjang lagi proses perizinannya oleh instansi terkait,” pungkasnya. (ono)
BPLH Dianggap Belum Serius
Jumat 27-09-2013,11:10 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 24-07-2026,13:57 WIB
Kondisi Terkini Lovanya Evelyn, Satu-satunya Korban Selamat Kecelakaan Ciperna Mulai Pulih
Jumat 24-07-2026,08:24 WIB
Rekomendasi Cafe Hits di Majalengka dengan Spot Foto Instagramable, yang Mana Favoritmu?
Jumat 24-07-2026,08:35 WIB
Terungkap! Alasan Oknum PNS di Cirebon Bunuh Tetangga Sendiri Bikin Warga Syok
Jumat 24-07-2026,11:00 WIB
Cirebon Buka Pintu Investasi Lebar-lebar, Kawasan Industri Disiapkan, Serap Ribuan Tenaga Kerja
Jumat 24-07-2026,11:30 WIB
Kemarau Mengancam, Bupati Cirebon Tetapkan Status Siaga hingga Akhir September
Terkini
Sabtu 25-07-2026,06:09 WIB
Terungkap! Alasan Febrie Adriansyah Masuk Rutan KPK Tanpa Mengenakan Rompi Tahanan
Sabtu 25-07-2026,06:03 WIB
KPK Terima Penitipan Tahanan Febrie Adriansyah, Ini Kronologi Lengkap dan Penjelasannya
Sabtu 25-07-2026,05:09 WIB
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK 20 Hari, Mengaku Dikriminalisasi
Sabtu 25-07-2026,05:07 WIB
6 Rekomendasi Mobil Bekas 50 Jutaan Masih Bagus dan Layak Beli, Banyak Pilihan Legendaris yang Tangguh
Sabtu 25-07-2026,05:04 WIB