JATIBARANG - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) cabang Jatibarang menggelar aksi damai melalui doa bersama dalam rangka menyambut hari guru internasional, hari guru nasional, dan HUT ke-68 PGRI tahun 2013, Sabtu (5/10). Kegiatan yang dilangsungkan di musala UPTD Pendidikan Kecamatan Jatibarang itu berlangsung khidmat. Seluruh pengurus dan anggota PGRI Cabang Jatibarang, mengikuti doa bersama yang digelar serentak di seluruh Indonesia itu. Dalam doa yang dipanjatkan, para guru memohon mendapat jalan keluar untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi guru dalam memajukan dunia pendidikan. “Sesuai dengan tema kegiatan yang kami lakukan yakni melalui aksi damai PGRI 5 Oktober 2013 ini, kita tingkatkan solidaritas anggota PGRI. Kami berharap berbagai persoalan yang dihadapi guru dapat segera terselesaikan,” tutur ketua PGRI cabang Jatibarang, H Dasuki SPd didampingi Kepala UPTD Pendidikan Jatibarang H Burhan MSi, usai mengikuti acara. Ia menjelaskan, doa bersama tersebut dilakukan untuk memohon kesejahteraan bagi para guru atau pendidik. Disamping itu, juga untuk memohon perhatian pemerintah agar segera merespons berbagai usulan terkait peningkatan kualitas guru dan nasib guru honorer yang hingga saat ini masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan. PGRI mendesak agar pemerintah segera menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi guru. Diantaranya terkait kekurangan jumlah guru, peningkatan kualitas guru, dan perlakuan manusiawi terhadap para guru honorer dan swasta yang berkaitan dengan perlindungan hak-hak untuk guru. Selama ini berbagai persoalan tersebut cenderung diabaikan pemerintah sebagai pengambil kebijakan. Pada persoalan kekurangan jumlah tenaga pengajar, pemerintah menganggap jumlah guru di Indonesia sudah banyak. Padahal anggapan itu sangat bertolak belakang dengan kondisi yang terjadi sesungguhnya di lapangan. Selain itu, persoalan yang dihadapi oleh guru honorer dan guru swasta juga belum mendapat perlakuan yang manusiawi. Karena selama ini, mereka hanya menerima honor Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per bulan. “Kami berharap, pemerintah lebih peka memahami berbagai persoalan dalam dunia pendidikan. Sehingga dengan terselesaikannya berbagai persoalan tersebut, maka dunia pendidikan akan lebih maju dan mampu menghadapi persaingan global,” harapnya. (cip)
Doa Bersama Sambut Hari Guru, Minta Perhatikan Guru Honorer
Senin 07-10-2013,14:20 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 01-06-2026,09:45 WIB
Innalillahi Wainnailaihi Rajiun, KH Adib Rofiuddin Izza Sesepuh Pondok Buntet Pesantren Cirebon Wafat
Minggu 31-05-2026,19:00 WIB
Prabowo Boros karena Sering ke Luar Negeri? Istana Jawab Kritik Dino Patti Djalal dan Tegaskan Asas Manfaat
Senin 01-06-2026,12:47 WIB
Kapolri, Ketua MPR, Ketua PBNU Lepas Jenazah KH Adib Rofiuddin Izza
Minggu 31-05-2026,22:00 WIB
Kamera Samsung A07 5G Jadi Sorotan, Ini Alasan HP Murah Samsung Viral di Indonesia
Senin 01-06-2026,04:47 WIB
6 Shio Paling Cuan Juni 2026, Rezeki Mengalir Deras dan Peluang Usaha Makin Terbuka Lebar
Terkini
Senin 01-06-2026,18:34 WIB
Wafatnya KH Adib Rofiuddin Izza, Gus Yahya: Saya Seperti Kehilangan Orang Tua Sendiri
Senin 01-06-2026,18:17 WIB
Mengapa Lahirnya Pancasila pada 1 Juni, Bukan 22 Juni atau 18 Agustus?
Senin 01-06-2026,18:07 WIB
Peringatan Hari Lahir Pancasila, ASN Indramayu Diajak Jadi Teladan Pengamalan Nilai Kebangsaan
Senin 01-06-2026,18:00 WIB
Dinner Romantis di Aston Cirebon, Hadirkan 3 Venue Eksklusif untuk Ciptakan Momen Tak Terlupakan
Senin 01-06-2026,17:30 WIB