JAKARTA - Anak-anak para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Sabah, Malaysia hingga kini masih susah mendapatkan pendidikan. Mereka susah meneruskan pendidikan ketingakta lebih tinggi karena hanya disediakan pendidikan hingga sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP). \"Kesulitan tersebut karena anak para TKI tidak punya ijin tinggal,\" ujar Dino Wahyudin, Kepala Konsuler KBRI Malaysia kemarin. Dino mengakui, hal tersebut memang terjadi di kota Sabah, Malaysia. Sebab, lanjutnya, undang-undang imigrasi Malaysia tidak memperbolehkan para pekerja asing untuk membawa keluarga dan menikah disana. Sehingga, para anak TKI tersebut hingga kini tidak memiliki izin tinggal atau paspor. Dan akibatnya, mereka kesulitan untuk meneruskan sekolah disana. Untuk itu, menurut Dino, Pemerintah Indonesia dan Malaysia akhirnya membuat kesepakatan terkait hal tersebut. Pemerintah Malaysia meberikan izin kepada pemerintah RI untuk mendirikan pusat belajar atau learning center sebagai solusi akan persoalan tersebut. Learning center bisa didirikan di tempat TKI bekerja, yang umumya di daerah ladang kelapa sawit. Pendirian sekolah itu pun tidak menjadi solusi yang benar-benar solutif. Sebab, pusat belajar tersebut hanya didirikan hingga tingkat sekolah menengah pertama saja. Dan menurut keterangan beberapa pihak, untuk jenjang SMP tersebut terbilang masih cukup susah ditemukan. Berbeda dengan SD yang memang sudah cukup banyak. \"Pendidikan yang dibuka setingkat SD dan SMP. Untuk ujian, agar mereka dapat ijazah, mereka bisa mengikuti ujian di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK),\" jelasnya. Namun kenyataannya, banyak dari mereka yang hanya mendapatkan ijazah paket A atau bahkan putus sekolah. Tak jarang juga, para anak TKI ini kembali ke tanah air untuk melanjutkan sekolah mereka dan berpisah dari orang tua. Sebab, untuk melanjutkan ke SIKK dibutuhkan dokumen keimigrasian untuk dapat lolos. Sedangkan banyak dari mereka yang tidak memiliki dokumen tersebut. Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa biasanya pihak SIKK akan membantu mengurus dokumen-dokumen itu. (mia)
Anak TKI di Sabah Susah Lanjutkan Sekolah
Rabu 16-10-2013,12:13 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 13-03-2026,23:29 WIB
Curanmor di Palimanan Terekam CCTV, Motor Karyawan Rumah Makan Raib dalam Hitungan Detik
Sabtu 14-03-2026,03:01 WIB
Curanmor di Jagasatru Cirebon, Skuter Metic Milik Warga Raib dari Halaman Rumah
Jumat 13-03-2026,20:31 WIB
Ramai Investasi Emas Cicilan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Jumat 13-03-2026,22:00 WIB
Mudik Gratis Jabar 2026 Resmi Diberangkatkan, 74 Bus Antar 3.000 Pemudik
Jumat 13-03-2026,21:07 WIB
Jelang Idulfitri, Polres Cirebon Kota Gelar GPM untuk Warga
Terkini
Sabtu 14-03-2026,20:02 WIB
Heboh! Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Trotoar Lampu Merah Rajawali Cirebon
Sabtu 14-03-2026,20:01 WIB
Dibalik Safari Ramadan KDM di Kuningan, Puluhan Jamaah Jadi Korban Pencopetan
Sabtu 14-03-2026,19:00 WIB
Pemain Sinetron 'Istiqomah Cinta' Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak-anak Panti Asuhan
Sabtu 14-03-2026,18:03 WIB
Mau Rezeki Datang Terus? Coba Pakai Warna yang Satu Ini
Sabtu 14-03-2026,17:31 WIB