KUNINGAN - Biaya mahal ketika berstatus Rintisan Sekola Berstandar Internasional (RSBI), sepertinya belum bisa dilepas begitu saja oleh SMPN 1 Kuningan yang kini sudah berstatus sekolah reguler. Itu terlihat dari kebijakan beban biaya barunya bagi siswa VIII dan kelas IX yang dikeluhkan banyak orang tua siswa. “Saya kaget, tiba-tiba menerima selembar surat pernyataan sumbangan orang tua siswa dari sekolah. Isi poin pertama agar orang tua menyepakati komite sekolah terhadap program SMPN 1 Kuningan. Padahal waktu musyawarah 27 September lalu, belum ada kesepakatan,” tutur salah satu orang tua siswa kelas VIII, Minggu (20/10) kepada Radar. Di poin kedua disebut program tersebut terdiri atas 9 rencana kegiatan pengembangan standar mutu sekolah. Kebutuhan anggarannya mencapai Rp1.875.473.000. Dana itu akan ditanggulangi dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pusat Rp479.250.000 dan BOS Provinsi Jawa Barat Rp42.000.000. Sehingga kekurangannya Rp1.354.213.000 dibebankan kepada siswa. Dalam kata lain, hanya 30% biaya pemerintah, sisanya 70% tetap menjadi beban siswa. Meski tidak diatur dalam biaya SPP, tapi di poin ketiga surat tersebut Ia mempertanyakan permintaan dana sukarela dengan besaran yang harus dipilih dalam 5 pilihan. Pilihan pertama dikosongkan sebagai pilihan terbesar, kedua Rp200 ribu, Rp150 ribu, Rp100 ribu dan pilihan terakhir dikosongkan sebagai pilihan nominal terkecil. “Saya bingung, istilahnya sukarela tapi besarannya sudah dipatok. Ada orang tua ngisi di bawah Rp100 ribu, tapi malah dibalikin lagi. Apa itu gak memaksa?,” keluh dia. Ia pun tidak memungkiri banyak orang tua siswa akhirnya ikut membayar sumbangan tersebut, tapi seolah tidak ikhlas. Pasalnya, saat musyawarah mereka tidak berani vokal. Baru setelah bubar musyawarah, mereka menggerutu di belakang. Padahal sesuai Permendikbud No 60 tahun 2011, selain harus atas persetujuan komite sekolah, pungutan biaya siswa SD/SMP juga harus berdasarkan persetujuan dinas dan bupati/walikota. Apalagi seluruh status RSBI kini sudah berubah menjadi sekolah biasa. “Banyak orang tua siswa belum paham soal perubahan RSBI itu. Harusnya sekolah kan menjelaskan, tapi ini gak sama sekali,” keluhnya. Terpisah, Kabid Pendidikan Dasar, pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Drs Suharso MPd, mengaku belum menerima laporan pungutan resmi sekolah melalui komite dari sumbangan sukarela siswa untuk lancarnya program pengembangan mutu sekolah. “Ke saya belum, mungkin laporannya langsung ke pak kepala dinas,” ujar Suharso, saat dihubungi. Menurut dia, sepanjang biaya itu sifatnya sukarela dari orang tua siswa, dimusyawarahkan oleh komite untuk kepentingan mutu sekolah baginya tidak masalah. Namun Ia mengingatkan, baik komite maupun sekolah tetap harus hati-hati. Mereka harus juga membuat pilihan buat yang tidak bisa memberi sumbangan. Apalagi jika siswanya berasal dari keluarga tidak mampu. “Kalau ada orang tua siswa gak sepakat, sampaikan ke komite. Dan komite wajib membantu. Pemerintah sendiri kan wajib membantu,” katanya. Dana hasil sumbangan pun harus dikelola oleh komite. Tidak boleh dikelola sekolah. Sebab prinsipnya sekolah tidak boleh mengambil pungutan dari siswa. Terkecuali siswa melalui komite memberikan sumbangan ke sekolah boleh. “Soal pungutan SMPN 1 Kuningan, nanti saya akan konfirm lebih jauh ke pihak sekolah,” janji Suharso.(tat)
Siswa SMPN 1 Dibebani Rp1,3 M
Senin 21-10-2013,11:07 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 21-09-2026,17:02 WIB
BREAKING NEWS: Penemuan Jenazah Wanita di Sebuah Hotel di Suradinaya Cirebon
Senin 21-09-2026,08:53 WIB
14 Pemain Tersingkir! Ini Wajah Baru Skuad Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Senin 21-09-2026,10:30 WIB
Waspada Modus Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil Bekas, Kenali Cara Pelaku Mengelabui Korban
Senin 21-09-2026,11:30 WIB
Kasus Tabrak Lari di Kuningan Terungkap, Polisi Amankan Sopir Angkot
Senin 21-09-2026,08:23 WIB
7 Tanaman Hias Minimalis dan Modern yang Mudah Dirawat, Cocok untuk Hunian Masa Kini
Terkini
Selasa 22-09-2026,05:13 WIB
5 Tanaman Hias yang Cocok Disiram Kopi, Suka Tanah Asam, Kaya Organik dan Bisa Tumbuh Lebih Optimal
Selasa 22-09-2026,05:11 WIB
El Nino 2026 Masih Sangat Kuat, BMKG Ungkap Wilayah yang Tak Hujan hingga 87 Hari!
Selasa 22-09-2026,05:10 WIB
Timnas Indonesia Punya 2 Formasi Full Naturalisasi, Vickery dan Baggott Siap Jadi Pembeda
Selasa 22-09-2026,05:05 WIB
Fresh Graduate Wajib Tau! Magang Nasional 2026 Tahap 2 Resmi Dimulai, Cek Informasi Lengkap Maganghub di Sini
Selasa 22-09-2026,05:04 WIB