KUNINGAN - Masih banyaknya persoalan keciptakaryaan dibedah oleh Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kuningan. Minggu (10/11), seluruh jajaran dinas tersebut merelakan hari liburnya guna membahas tuntas Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) bidang Cipta Karya, di Tirta Sanita Hotel. Ikut hadir, Direktur PDAM Tirta Kemuning, Deni Erlanda. Pembahasan cukup alot. Berbagai persoalan keciptakaryaan yang belum digarap, belum tuntas, hingga persoalan baru muncul untuk dipadukan. Setiap titik persoalan dibedah detil hingga diketahui betul solusi dan kebutuhan anggarannya. Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya, Drs H Lili Suherli MSi menegaskan komitmennya di era desentralisasi ini untuk pengembangan infrastruktur bidang Cipta Karya. Maka penting disiapkan program terpadu melalui RPIJM. “Prinsip penyusunan RPIJM ini multi tahun. Ini diwujudkan dalam kerangka 5 tahun untuk rencana investasi tersusun,” katanya. Prinsip RPIJM lainnya adalah multi sektor. Cakupannya meliputi pengembangan kawasan pemukiman, sistem penyediaan air minum, sistem pelayanan persampahan, sistem pelayanan air limbah, sistem pemantauan drainase kota, dan peningkatan kualitas kawasan kumuh dan peremajaan pemukiman. “Penanganan kawasan kumuh dan pengembangan ruang terbuka hijau, serta penanggulangan kebakaran dan penataan bangunan gedung pun menjadi bahasan menarik,” imbuh Lili. Untuk capaian tersebut, tentu juga perlu multi sumber pendanaan. Artinya memadukan pendanaan pemerintah, swasta dan masyarakat. Sumber dana pemerintah bisa dari APBN, APBD provinsi maupun APBD kabupaten. Sedangkan pendanaan swasta bisa diperoleh dari Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) dan Coorporate Sosial Responsibilty (CSR). “Masyarakat pun bisa berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat. Misal dalam bentuk barang dan jasa,” ujarnya. Pastinya, tegas Lili, RPIJM bidang Cipta Karya menjadi acuan bagi pemrograman dan penganggaran pembangunan bidang Cipta Karya. Sekaligus sebagai rencana tindak bagi pemerintah daerah dan provinsi untuk membangun infrastruktur bidang Cipta Karya secara terpadu, efektif dan efisien. “RPIJM bidang Cipta Karya juga berfungsi untuk mengakomodasikan kebutuhan infrastruktur pemukiman di daerah, sekaligus menjawab isu strategis kekinian,” tandas Lili. Diharapkan Lili, melalui penyusunan RPIJM bidang Cipta Karya yang berkualitas, akan terwujud infrastruktur pemukiman di perkotaan dan pedesaan yang laik, produktif, berdaya saing dan berkelanjutan. (tat)
Susun Program Keciptakaryaan Terpadu
Senin 11-11-2013,11:35 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 22-09-2026,10:00 WIB
BREAKING NEWS: Pelaku Pembunuhan Wanita di Hotel di Kota Cirebon Ditangkap di Pangandaran
Selasa 22-09-2026,14:14 WIB
Pembunuhan di Hotel Cirebon: S Cemburu Lihat Mantan Istri Video Call Pria Lain
Selasa 22-09-2026,05:02 WIB
Diblokir Jurgen Klopp, Laurin Ulrich Gagal Jadi Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Kloter Kedua 2026
Selasa 22-09-2026,05:02 WIB
Kasus Penyakit di RS Sumber Waras Cirebon Naik Hampir 50 Persen, Ini yang Dominan
Selasa 22-09-2026,05:13 WIB
5 Tanaman Hias yang Cocok Disiram Kopi, Suka Tanah Asam, Kaya Organik dan Bisa Tumbuh Lebih Optimal
Terkini
Selasa 22-09-2026,23:32 WIB
7 Tanaman Penyerap Bau dalam Ruangan yang Bisa Jadi Dekorasi Alami di Rumah, Cek Rekomendasinya
Selasa 22-09-2026,23:09 WIB
5 Tanaman Penyerap Bau dalam Ruangan yang Cocok Diletakkan di Kamar dan Ruang Tamu
Selasa 22-09-2026,22:57 WIB
6 Tanaman Penyerap Bau dalam Ruangan yang Mudah Dirawat, Cocok untuk Pemula dan Hemat Tempat
Selasa 22-09-2026,22:50 WIB
7 Tanaman Penyerap Bau dalam Ruangan, Rumah Jadi Lebih Segar dan Estetik, Yuk Coba
Selasa 22-09-2026,22:04 WIB