KUNINGAN – Pro kontra perlunya seorang ahli hukum duduk sebagai salah satu komisioner KPU, masih berlangsung. Pemerhati pemerintahan, Muhajir Affandi SIKom mengatakan, seorang ahli hukum memang dibutuhkan. Namun yang lebih penting adalah netralitas dan profesionalisme. Sepintar apapun komisioner tersebut, jika tidak mampu menjaga netralitas, maka akan percuma. “Saya tidak menuduh komisioner KPU sekarang tidak netral dan profesional. Sebagai salah seorang warga Kuningan, wajar kalau saya hanya mendambakan hasil demokrasi yang berkualitas sesuai idealitas. Sehingga saya menyarankan agar para anggota KPU ke depan, betul-betul orang netral dan profesional,” ungkapnya kepada Radar, kemarin (17/11). Hanya saja, berdasarkan opini yang berkembang di masyarakat selama ini, kinerja KPU dinilai tidak terlalu baik, meskipun perselisihan di MK dimenangkan. Terutama kaitan dengan kerahasiaan yang masuk kepada kepanjangan dari luber. Menurutnya, itu bersifat kolektif kolegial, sehingga tidak bisa menyalahkan salah seorang komisioner saja. Endun Abdul Haq yang kini melenggang ke KPU Jabar pun, menurut Muhajir, dinilai lepas tanggung jawab meninggalkan piring kotor cucian. “Intinya saya lebih setuju kalau anggota KPU yang lama seluruhnya diganti. Wajah baru saya kira lebih bagus, meskipun masih gambling antara lebih baik atau lebih buruk, jika KPU diduduki seluruhnya oleh orang baru,” tandasnya. Lantaran harapan Muhajir, KPU diduduki oleh wajah baru, maka Heni Susilawati pun masuk pada penilaiannya. Sebab yang dia kedepankan ialah netralitas dan profesionalitas. Sepintar apapun komisionernya, jika tidak netral maka hanya akan menghasilkan demokrasi semu. “Jadi, urusan ahli hukum ataupun bukan ahli hukum, semuanya bisa diatasi. Saya yakin kalau jalur yang diambil benar, banyak praktisi hukum yang berkeinginan untuk membantu KPU tanpa menghabiskan anggaran besar,” kata Muhajir. Sebetulnya, dia juga menyoroti tentang timsel. Anggapan cacat hukum seperti yang pernah dilontarkan Hamid SH MH, patut dikaji lebih lanjut. Kalaupun Hamid memiliki itikad penegakan supremasi hokum, maka disarankan oleh Muhajir untuk melakukan gugatan hukum. “Jangan cuma berkoar di media saja dan itu pun berkoarnya terlambat. Kalau buktinya kuat, maka pembentukan timsel cacat hukum, segera gugat ke PTUN dong,” tegasnya. Muhajir menyimpulkan, KPU Jabar harus segera mengambil sikap. Tidak hanya calon anggota KPU yang dikaji ulang, tapi timsel pun menurutnya patut dikaji ulang. Dengan begitu, muncul harapan baru bahwa para komisioner KPU kelak betul-betul profesional dan netral. (ded)
Perlu Komisioner Netral, Tidak Harus Ahli Hukum
Senin 18-11-2013,12:04 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 24-07-2026,18:33 WIB
Miris! 36 Jamaah Umrah Cirebon Terlantar 3 Hari di Bandara, Owner Travel Dilaporkan ke Polresta
Jumat 24-07-2026,20:26 WIB
Persib Bandung Sumbang Pemain Terbanyak di Piala AFF 2026, Ini Pesan Tegas John Herdman untuk Pemain Lokal
Sabtu 25-07-2026,04:44 WIB
6 Pilihan Mobil Bekas di Bawah 100 Juta, Harga Ramah di Kantong, Bisa Diajak Touring dan Irit BBM
Sabtu 25-07-2026,04:18 WIB
Rekam Jejak Timnas Indonesia di Piala AFF: Waktunya Indonesia Juara Piala AFF 2026? Simak Persentasenya
Jumat 24-07-2026,19:01 WIB
Hebat! Pelaut Asal Cirebon Dipuji Agency Korea, Peluang Kerja Internasional Makin Terbuka
Terkini
Sabtu 25-07-2026,18:00 WIB
Bantai Timor Leste 7-0, Vietnam VS Indonesia Piala AFF 2026 Diprediksi Sengit, Mampukah John Herdman?
Sabtu 25-07-2026,17:37 WIB
Gapembi Berharap Kepemimpinan Baru BGN Bawa Perubahan dan Kemajuan
Sabtu 25-07-2026,17:12 WIB
Kecelakaan di Megu Cilik, Tabrakan Beruntun Empat Kendaraan, Dua Pemotor Terluka
Sabtu 25-07-2026,17:05 WIB
Gak Pake Mahal! Ini 7 Rekomendasi Laptop untuk Mahasiswa 2026, Cocok untuk Skripsi, Coding hingga Desain
Sabtu 25-07-2026,16:36 WIB