JAKARTA - Akibat peningkatan status awas pada Gunung api Sinabung dan adanya rekomendasi desa-desa yang berada dalam radius 5 kilometer (km) harus diungsikan, mengakibatkan umlah pengungsi membludak. Hingga kemarin sore (25/11) tercatat 17.713 jiwa atau 5.304 kepala keluarga (KK). Ribuan pengungsi tersebut dilaporkan telah tersebar di 31 pos pengungsian. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), pengungsi tersebut berasal dari 17 desa yang masuk dalam radius 5 km dan 4 desa lainnya masuk dalam zona rawan lontaran material Gunung Sinabung. \"Belum semua masyarakat di daerah tersebut mengungsi karena beberapa pertimbangan seperti masih merasa aman, menjaga rumahnya, ternak, lahan pertanian dan sebagainya,\" kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kemarin. Sutopo memaparkan bahwa berdasarkan hasil penghitungan jumlah penduduk dari Sensus Penduduk (SP) BPS tahun 2010, maka dari 21 desa tersebut terdapat 20.270 jiwa atau 5.623 KK. Dari data yang sama, diketahui bahwa terdapat sekitar lebih dari 3 ribu penduduk rentan yang masuk di dalam zona bencana. Dalam pemaparannya, Sutopo menyebutkan bahwa terdapat 2.327 jiwa, yang terdiri dari balita perempuan (1.115 jiwa) dan balita laki-laki (1.212 jiwa). Sementara itu, untuk kelompok rentan dengan usia manula atau lebih dari 60 tahun di zona bencana tercatat berjumlah 1.711 jiwa. Rinciannya, perempuan sejumlah 1.047 jiwa dan laki-laki sejumlah 664 jiwa. Parahnya, BPNB melaporkan bahwa persedian makanan bagi seluruh pengungsi tersebut hanya mencukupi hingga 3 hari ke depan. Namun Sotopo melanjutkan bahwa sejumlah bantuan dari BNPB telah berangsur tiba di lokasi pengungsian. \"Bantuan BNPB berupa logistik dan peralatan senilai Rp3,93 miliar sebagian telah tiba di Karo,\" ujar Sutopo. Lebih lanjut, dia menginformasikan bahwa aktivitas di dapur magma Gunung Sinabung masih sangat tinggi. Hingga kemarin, Sinabung telah 6 kali erupsi. Laporan yang diterima koran ini pada pagi kemarin pukul 08.38 WIB, tinggi kolom erupsi 1.500 meter, angin ke arah timur, dan awan panas 1.000 meter mengarah ke arah tenggara. \"Aktivitas tersebut sebenarnya telah menurun jika dibandingkan satu jam sebelumnya yaitu aktivitas erupsi hingga mencapai 2000 meter dan semburan awan panas setinggi 1.500 meter,\" ungkap Sutopo. (dod)
Pengungsi Sinabung Meningkat 17.713 Jiwa
Selasa 26-11-2013,09:43 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 13-03-2026,23:29 WIB
Curanmor di Palimanan Terekam CCTV, Motor Karyawan Rumah Makan Raib dalam Hitungan Detik
Sabtu 14-03-2026,03:01 WIB
Curanmor di Jagasatru Cirebon, Skuter Metic Milik Warga Raib dari Halaman Rumah
Sabtu 14-03-2026,02:01 WIB
Arus Mudik 2026 Mulai Terlihat di Pantura Cirebon, Kendaraan dari Jakarta Menuju Jateng Meningkat
Sabtu 14-03-2026,15:03 WIB
Kecelakaan Tol Cipali Hari Ini, Dua Lakalantas Akibat Sopir Mengantuk
Sabtu 14-03-2026,03:31 WIB
Jelang Mudik Lebaran 2026, Polres Cirebon Kota Ingatkan Warga Waspada Pencurian Rumah Kosong
Terkini
Sabtu 14-03-2026,22:01 WIB
Jalan Poros Mundu–Greged Rusak Parah, Ujang Busthomi Turun Tangan Perbaiki
Sabtu 14-03-2026,21:03 WIB
PDIP Kabupaten Cirebon Konsolidasi di Susukanlebak, Dorong Kader Jadi Pionir Kedaulatan Pangan
Sabtu 14-03-2026,20:02 WIB
Heboh! Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Trotoar Lampu Merah Rajawali Cirebon
Sabtu 14-03-2026,20:01 WIB
Dibalik Safari Ramadan KDM di Kuningan, Puluhan Jamaah Jadi Korban Pencopetan
Sabtu 14-03-2026,19:00 WIB