CIREBON – Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Teguh Dartanto PhD menilai, keputusan penyesuaian harga BBM merupakan pilihan terbaik di tengah situasi global seperti sekarang ini. “Ini merupakan sebuah kebijakan yang sangat sulit bagi pemerintah, namun sudah tidak ada pilihan lagi", ujar Teguh dalam diskusi di Jakarta, dalam rilis tadi malam.
Teguh memandang, apabila pemerintah tidak melakukan penyesuaian harga BBM, dikhawatirkan beban fiskal akan semakin tinggi lagi, dan semakin menekan nilai tukar rupiah. Ini disebabkan oleh karena nilai impor BBM yang sangat besar. “Pelan namun pasti, kebutuhan BBM dalam negeri yang semakin meningkat di situasi saat global saat ini, akan memberikan tekanan terhadap nilai tukar. Tidak hanya BBM saja, sebetulnya barang-barang lain juga akan meningkat, tapi pelan-pelan. Tetapi sebetulnya dampaknya akan terasa juga,” tegasnya. Bahkan, ekonom UI tersebut menegaskan, kondisi keuangan negara saat ini sudah “berdarah-darah” akibat tekanan global dan jika dibiarkan terus sampai akhir tahun, kenaikan anggaran APBN terkait kebutuhan subsidi kompensasi pada situasi global saat ini, bahkan bisa menyentuh lebih dari 700 triliun. Senada dengan itu, pengamat sosial UIN Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra mengatakan, penyesuaian harga BBM memang tidak dapat dihindari. Dirinya menilai, dengan adanya penyesuaian harga BBM yang dilakukan oleh pemerintah, maka akan mampu menghindarkan Indonesia dari banyak hal negatif yang menanti. Antara lain krisis dan kebangkrutan negara. “Seperti yang terjadi di Amerika Serikat, yang terpaksa berkali-kali menerapkan aturan ketat terhadap warganya karena likuiditas keuangan terganggu," ujar Azyumardi dalam webinar Moya Institute. Direktur Eksekutif Moya Institute Heri Sucipto mengatakan, langkah penyesuaian harga BBM tidak dapat dihindarkan sebagaimana pernah terjadi pada masa lalu. “Namun, penting dicari formula yang tepat agar kehidupan sosial ekonomi tidak terlalu terdampak,” pungkas Heri. Sementara itu, pengamat ekonomi, Sri Adiningsih menganggap, APBN atau Anggaran Pendapatan Belanja Negara, bukan saja untuk subsidi BBM, namun juga untuk memitigasi dampak pandemi Covid-19 dan juga pemulihan ekonomi nasional. (rls)Penyesuaian Harga BBM Selamatkan APBN
Kamis 08-09-2022,23:29 WIB
Reporter : Abdul Hamid
Editor : Abdul Hamid
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 20-10-2026,04:52 WIB
Update Pemain Naturalisasi Indonesia: Dean Zandbergen Gagal, Taisei Marukawa Selangkah Jadi WNI
Selasa 20-10-2026,21:14 WIB
Warga Geruduk Dapur MBG Kalijaga Cirebon, Desak SPPG Ditutup Usai 100 Orang Dirawat
Selasa 20-10-2026,06:12 WIB
7 Rekomendasi HP 2 Jutaan Terbaik Akhir Tahun 2026, Kamera dan Gaming Oke, Mulai dari Advan Sampai Samsung
Selasa 20-10-2026,18:42 WIB
50 Siswa di Kalijaga Cirebon Dirawat di RS Siloam Putera Bahagia Usai Konsumsi MBG
Selasa 20-10-2026,19:01 WIB
Berikut Daftar Sementara Jumlah Siswa Sakit Pasca Konsumsi MBG di Cirebon
Terkini
Rabu 21-10-2026,02:00 WIB
Pembiayaan Syariah Capai Rp27,43 Triliun, BI Perkuat Modal UMKM Industri Halal
Selasa 20-10-2026,23:43 WIB
Tanaman Hias Minimalis untuk Rumah Sederhana, 7 Pilihan Ini Cocok Menghiasi Meja hingga Pot Gantung
Selasa 20-10-2026,22:41 WIB
Kabar Kematian Siswa TK Teratai Cirebon Pasca Menyantap Menu MBG yang Gegerkan Warga Ternyata Hoaks
Selasa 20-10-2026,22:01 WIB
Tak Butuh Halaman Luas, 5 Tanaman Hias Minimalis Ini Bisa Mempercantik Interior Rumah Sederhana
Selasa 20-10-2026,21:48 WIB