JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyoroti modus money politics yang saat ini makin kreatif. Dalam seminar pengamanan pemilu di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian di Jakarta Kamis (5/12), mereka mengaku sudah mengidentifikasi sejumlah trik money politics. Sebagai antisipasi, Bawaslu sedang merumuskan aturan untuk mencegah terjadi hal semacam itu. Ketua Bawaslu Muhammad mengungkapkan, modus \"serangan fajar\" atau membagi-bagikan uang pagi sebelum coblosan dianggap kuno oleh para pelaku money politics. Model semacam itu juga sangat mudah dideteksi. Justru yang sedang berkembang saat ini adalah model lain dari modus serangan fajar. Salah satu yang sering digunakan adalah memanfaatkan kamera ponsel. Pemilih diminta memotret kertas suara yang dia coblos sebelum keluar dari bilik suara. \"Setelah keluar dari tempat pemungutan suara, sekitar 100 meter kemudian sudah ada kader partai yang menunggu,\" terangnya. Pemilih diminta menunjukkan bukti bahwa dia mencoblos partai tersebut lewat foto di ponselnya. Setelah ada bukti, baru uang diberikan. Lebih ekstrem, ada kader yang berani memberikan down payment alias uang muka terlebih dahulu kepada pemilih sehari atau beberapa hari sebelum mencoblos. Pelunasan dilakukan setelah ada bukti pencoblosan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bawaslu sedang merumuskan aturan melarang ponsel berkamera masuk bilik suara. Modus lainnya adalah menggunakan potongan kertas hasil coblosan. Kader partai mengarahkan pemilih untuk membuat lubang yang besar di kertas suara hingga potongan kertas yang dicoblos itu terpisah dari induknya. Selama ini suara tetap sah meski lubang coblosan besar. Sama seperti modus ponsel, pemilih membawa potongan kertas itu dan menunjukkannya kepada kader partai yang berada tidak jauh dari TPS. Jika potongannya cocok dengan partainya, barulah sang pemilih diberi ucapan terima kasih berupa uang. \"Untuk itu, kami juga sedang mengkaji standarisasi ukuran alat coblos sehingga lubangnya tidak terlalu besar,\" tambahnya. Acara kemairn juga dihadiri sejumlah pimpinan ataupun perwakilan partai politik. Beberapa di antaranya Muladi dari Partai Golkar, Tjahjo Kumolo dari PDIP, Anis Matta dari PKS, dan Andi Nurpati dari Partai Demokrat. Hadir pula Ketua KPU Husni Kamil Malik dan perwakilan Kementerian Dalam Negeri. Kalemdikpol Komjen Budi Gunawan yang menjadi keynote speaker menyatakan, potensi konflik pada Pemilu 2014 sangat besar. Karena itu, partai politik maupun capres yang berlaga diminta untuk menenangkan massanya hingga level terbawah. Polri sudah menyiapkan langkah pengamanan, mulai identifikasi masalah, indoktrinasi pasukan, koordinasi pihak terkait, hingga operasi pengamanan. \"Kami juga sudah punya MoU dengan KPU, Bawaslu, Kejaksaan Agung, maupun partai-partai politik peserta pemilu,\" ujarnya. (byu/c6/fat)
Bilik Harus Steril dari Ponsel
Sabtu 07-12-2013,10:43 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 13-03-2026,23:29 WIB
Curanmor di Palimanan Terekam CCTV, Motor Karyawan Rumah Makan Raib dalam Hitungan Detik
Sabtu 14-03-2026,03:01 WIB
Curanmor di Jagasatru Cirebon, Skuter Metic Milik Warga Raib dari Halaman Rumah
Sabtu 14-03-2026,02:01 WIB
Arus Mudik 2026 Mulai Terlihat di Pantura Cirebon, Kendaraan dari Jakarta Menuju Jateng Meningkat
Sabtu 14-03-2026,03:31 WIB
Jelang Mudik Lebaran 2026, Polres Cirebon Kota Ingatkan Warga Waspada Pencurian Rumah Kosong
Sabtu 14-03-2026,15:03 WIB
Kecelakaan Tol Cipali Hari Ini, Dua Lakalantas Akibat Sopir Mengantuk
Terkini
Sabtu 14-03-2026,21:03 WIB
PDIP Kabupaten Cirebon Konsolidasi di Susukanlebak, Dorong Kader Jadi Pionir Kedaulatan Pangan
Sabtu 14-03-2026,20:02 WIB
Heboh! Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Trotoar Lampu Merah Rajawali Cirebon
Sabtu 14-03-2026,20:01 WIB
Dibalik Safari Ramadan KDM di Kuningan, Puluhan Jamaah Jadi Korban Pencopetan
Sabtu 14-03-2026,19:00 WIB
Pemain Sinetron 'Istiqomah Cinta' Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak-anak Panti Asuhan
Sabtu 14-03-2026,18:03 WIB