KUNINGAN- Ratusan massa secara bergelombang turun ke jalan untuk menyerukan kebenciannya terhadap korupsi, Senin (9/12). Rentetan aksi dari berbagai kalangan masyarakat tersebut dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi. Kantor Bupati Kuningan dan Kejaksaan Negeri Kuningan menjadi sasaran. Gerakan massa antikorupsi tersebut dikawal ketat aparat kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan dan Satpol PP. Gelombang pertama muncul dari Pemuda Hanura. Mereka menuntut kejaksaan agar menuntaskan beberapa kasus korupsi di Kabupaten Kuningan. Salah satunya kasus korupsi jamkesmas di RSUD 45 Kuningan. Massa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tidak mau kalah. Sambil orasi, mereka membakar ban hingga terjadi kobaran api di depan Kantor Kejaksaan. Teriakan massa aksi dengan lantang meminta agar Bupati Kuningan baru untuk menghindari dan perangi praktik korupsi. Mereka pun menuntut skandal Bank bjb segera diambil penanganannya dari Unit Tipikor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab penanganan Unit Tipikor sejauh ini belum ada perkembangan. “Pokoknya skandal Bank bjb harus diambil alih oleh KPK. Stop korupsi dan musnahkan koruptor,” tegas Korlap aksi, Sukardi. Selanjutnya, unjuk kekuatan juga dilakukan massa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Mereka menilai, korupsi merupakan virus paling mematikan. Sehingga harus dimusnakan. “Jika dibiarkan, korupsi bisa membunuh peradaban bangsa. Maka kami meminta kepada pemerintah daerah untuk lebih konsisten dalam memerangi korupsi. Korupsi musuh kita semua. Para koruptor harus digantung agar ada efek jera,” koar Ketua GMNI, Meli Puspita. Terakhir Aliansi Peduli Kuningan (APK) muncul dengan jumlah massa terbanyak. Sambil berteatrikal, mereka membeberkan modus korupsi yang dirilis KPK. APK menilai, korupsi sebagai biang keladi dari kesengsaraan rakyat. “Tentu, memerangi korupsi itu kewajiban. Bukan hanya urusan aparat penegak hukum, tapi urusan kita semua,” tandas Koordinator APK, Fri Maladi. Menurut dia, korupsi tidak hanya terjadi dalam skala besar. Seperti mega proyek pembangunan jalan dan infrastruktur lain. Tapi bisa juga korupsi waktu kerja, menggunakan mobil dinas di luar kepentingan dinas, atau penggunaan fasilitas lain yang dibeli dari uang rakyat. Maladi juga meminta PNS, BUMD dan perusahaan swasta yang selalu berhubungan dengan duit agar segera introspeksi, sejauh mana keberadaannya dalam lingkaran praktik korupsi. (tat)
Tuntut Bupati Perangi Koruptor
Selasa 10-12-2013,10:42 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 22-09-2026,14:14 WIB
Pembunuhan di Hotel Cirebon: S Cemburu Lihat Mantan Istri Video Call Pria Lain
Selasa 22-09-2026,10:00 WIB
BREAKING NEWS: Pelaku Pembunuhan Wanita di Hotel di Kota Cirebon Ditangkap di Pangandaran
Selasa 22-09-2026,05:13 WIB
5 Tanaman Hias yang Cocok Disiram Kopi, Suka Tanah Asam, Kaya Organik dan Bisa Tumbuh Lebih Optimal
Selasa 22-09-2026,11:00 WIB
Dari Rp70 Ribu Jadi Rp248 Ribu, Tagihan PDAM Warga Cirebon Bikin Resah
Selasa 22-09-2026,07:55 WIB
Rumah Tambah Segar! Ini 5 Tanaman Hias Pembersih Udara yang Mudah Dirawat dan Tampilannya Estetik
Terkini
Rabu 23-09-2026,05:05 WIB
Honor 600 Elite 5G Bikin Kejutan, Smartphone Baru Ini Dirancang Hadapi Kondisi Ekstrem!
Rabu 23-09-2026,05:01 WIB
Felisa Louise, Siswa SMAN 2 Kota Cirebon Raih Medali Perunggu OSN AI 2026
Rabu 23-09-2026,04:02 WIB
Gebyar Bahasa Arab Internasional 2026, Dorong Generasi Muda Kuasai Teknologi
Rabu 23-09-2026,02:00 WIB