KUNINGAN - Setiap tahun pendapatan daerah terus meningkat. Pada tahun 2003 hingga 2013, peningkatannya bahkan terbilang signifikan. Atau dari Rp343.378.308.542 di tahun 2003 menjadi Rp1.639.575.334.906 di tahun 2013. “Laju peningkatannya rata-rata per tahun mencapai 17 persen,” sebut Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kuningan, DR H Dian Rachmat Yanuar MSi melalui Kabid Program Cece Hendra Krisianto SStp MSi disela Ekspos Hasil Kajian Pendapatan Daerah Pasca Pemberlakuan UU No 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah di Ruang Rapat Linggajati Setda, akhir pekan kemarin. Sedangkan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2003 Rp20.031.961.624 meningkat tajam di tahun 2013 menjadi Rp120.678.743.602. Rata-rata peningkatan tiap tahunnya disumbang oleh retribusi daerah 60,44 persen, pajak daerah rata-rata 25,18 persen, lain-lain PAD yang sah 11,12 persen, dan dari Hasil Perusahaan Milik Daerah (PMD) rata-rata per tahun hanya 3,26 persen. Menurut Cece, penerapan UU No 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah telah membawa perubahan yang cukup mendasar dalam pengelolaan pendapatan daerah. Terutama sektor pajak daerah dan retribusi daerah. Pemerintah daerah didorong untuk lebih mandiri dengan pola pendaerahan pajak pusat ke daerah. Tapi disisi lain, penerapan pajak dan retribusi daerah, baik jenis maupun tarifnya telah secara tegas dibatasi dalam UU tersebut melalui pola closed list system. “Artinya pemerintah daerah tidak bisa menambah jenis pajak baru selain yang telah secara eksplisit ditetapkan dalam UU 28 tahun 2009,” jelasnya. Maka tantangan peningkatan PAD kedepan sangat berat. Mengingat selama ini sumber penerimaan PAD masih bergantung pada pajak daerah dan retribusi daerah. Sedangkan kondisi potensi pajak daerah dan retribusi daerah memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dan improvisasi dari para SKPD sebagai pengelola PAD untuk bisa meningkatkan PAD dari sektor non pajak dan retribusi daerah. “Misalnya optimalisasi potensi pariwisata, sumber daya alam dan mendorong perusahaan daerah untuk bisa berkontribusi terhadap PAD secara optimal,” pungkas Dian. (tat)
Pendapatan Daerah Capai Rp1,6 Triliun
Senin 23-12-2013,15:00 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 24-07-2026,18:33 WIB
Miris! 36 Jamaah Umrah Cirebon Terlantar 3 Hari di Bandara, Owner Travel Dilaporkan ke Polresta
Jumat 24-07-2026,20:26 WIB
Persib Bandung Sumbang Pemain Terbanyak di Piala AFF 2026, Ini Pesan Tegas John Herdman untuk Pemain Lokal
Sabtu 25-07-2026,04:44 WIB
6 Pilihan Mobil Bekas di Bawah 100 Juta, Harga Ramah di Kantong, Bisa Diajak Touring dan Irit BBM
Sabtu 25-07-2026,04:18 WIB
Rekam Jejak Timnas Indonesia di Piala AFF: Waktunya Indonesia Juara Piala AFF 2026? Simak Persentasenya
Jumat 24-07-2026,19:01 WIB
Hebat! Pelaut Asal Cirebon Dipuji Agency Korea, Peluang Kerja Internasional Makin Terbuka
Terkini
Sabtu 25-07-2026,18:00 WIB
Bantai Timor Leste 7-0, Vietnam VS Indonesia Piala AFF 2026 Diprediksi Sengit, Mampukah John Herdman?
Sabtu 25-07-2026,17:37 WIB
Gapembi Berharap Kepemimpinan Baru BGN Bawa Perubahan dan Kemajuan
Sabtu 25-07-2026,17:12 WIB
Kecelakaan di Megu Cilik, Tabrakan Beruntun Empat Kendaraan, Dua Pemotor Terluka
Sabtu 25-07-2026,17:05 WIB
Gak Pake Mahal! Ini 7 Rekomendasi Laptop untuk Mahasiswa 2026, Cocok untuk Skripsi, Coding hingga Desain
Sabtu 25-07-2026,16:36 WIB