CIKEDUNG – Masyarakat Desa Jambak Kecamatan Cikedung, menggelar pesta adat ngarot, Senin (23/13). Acara yang digelar setiap tahun sekali ketika menjelang musim tanam itu berlangsung meriah. Pantauan Radar, tradisi yang sudah berlangsung ratusan tahun itu dimulai dengan arak-arakan gadis desa, mengenakan baju adat dengan dihiasi bunga melati beserta cepuk atau emas peninggalan leluhur yang diikatkan di pinggangnya. Pemakaian cepuk dengan berbagai ukuran menandakan kasta yang memakai. Makin besar cepuk yang dikenakan maka makin tinggi kastanya. Para peserta ngarot diarak keliling desa dengan diiringi musik tradisional. Setelah berkeliling kampung yang dipimpin langsung kepala desa, para peserta ngarot kemudian berkumpul di balai desa untuk mendengarkan pidato sejarah ngarot. Kemudian dilanjutkan dengan prosesi menerima air suci, dan tetua desa menyatukan air suci yang diambil dari 7 sumur tua di desa tersebut. Sempat terjadi kericuhan ketika peserta ngarot akan menempati kursi yang disediakan. Pengantin ngarot saling dorong untuk mendapatkan tempat duduk paling depan, karena kursi di barisan itu dipercaya bisa mendatangkan berkah. Namun, insiden kecil itu berhasil diredam setelah sesepuh atau tokoh adat dibantu panitia menenangkan peserta. Kepala Desa Jambak, Daska menjelaskan, adat ngarot yang digelar adalah pesta tani untuk memulai menanam padi. Acara adat tesebut merupakan warisan nenek moyang yang terus digelar secara turun temurun. “Simbol ngarot mengarak puluhan gadis desa. Mereka kemudian menerima air suci dari tujuh sumur keramat. Ketujuh sumur itu yakni keramat jati, kigedeng sampu, watu, sumur lor, sumur keramat, emas, serta sumur canting. Sumur–sumur itu dipercaya dapat menyatukan masyarakat serta dapat memberikan keberkahan bagi petani,” jelasnya. Tradisi itu juga dipenuhi mitos. Jika hiasan bunga yang dipakai pada peserta wanita itu layu, maka menandakan sang wanita tersebut bukan merupakan gadis perawan. Selain itu, mitos lain dalam tradisi ngarot juga diharapkan memudahkan petani bercocok tanam, serta diberi hasil pertanian yang melimpah. “Tentunya tradisi ngarot ini bertujuan untuk meningkatkan tali silaturahmi. Kami juga berdoa kepada Allah, meminta agar pada tanam padi nanti mendapatkan keberkahan yakni kesuburan dan hasil panen bagus,” kata Daska. (kom)
Jambak Gelar Pesta Adat Ngarot
Selasa 24-12-2013,12:40 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 11-03-2026,20:49 WIB
Tragis! Motor Hilang Kendali di Jalan Merdeka Cirebon, Pengendara Tewas di Tempat
Rabu 11-03-2026,18:00 WIB
Tabel Pinjaman KUR Mandiri 2026 Plafon Rp100 Juta, Simak Cicilan, Syarat, dan Cara Pengajuannya
Rabu 11-03-2026,18:01 WIB
Cuaca Ekstrem di Cirebon! Puting Beliung Robohkan Puluhan Pohon di Desa Grogol
Rabu 11-03-2026,19:01 WIB
Kesal Banjir Tak Kunjung Diatasi, Warga Cibogo Cirebon Protes Kondisi Irigasi Ambit
Kamis 12-03-2026,03:02 WIB
BMKG Rilis Posisi Hilal Syawal 1447 H, Idulfitri Diprediksi 21 Maret 2026
Terkini
Kamis 12-03-2026,17:30 WIB
Harga Minyak Dunia Bergejolak, BCO Jadi Komoditas Menguntungkan di Tengah Konflik Timur Tengah
Kamis 12-03-2026,17:00 WIB
ASN Kuningan Dapat Motor All New NMAX dari Undian SIMPATI HOKI
Kamis 12-03-2026,16:30 WIB
Bazar Ramadan di Kejari Kabupaten Cirebon, Tersedia 1.000 Paket Sembako
Kamis 12-03-2026,16:07 WIB
PHBI Cirebon Gelar Rapat Persiapan Sholat Iedul Fitri
Kamis 12-03-2026,15:34 WIB