BALONGAN - Serikat Buruh Mitra Kerja (SBMK) Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Indramayu, mengkritisi pengelolaan asuransi PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri (AJTM). Pasalnya, perusahaan yang merupakan anak perusahaan Pertamina itu diduga memiliki track record yang kurang baik dalam pengelolaan asuransi. Dikhawatirkan meski telah memenuhi premi, namun peserta asuransi tetap sulit melakukan klaim. Seperti yang telah terjadi beberapa tahun lalu. Ketua KASBI Indramayu, Iwan Setiawan mengatakan, sejak kembali launching Agustus 2013 lalu hingga saat ini implementasi asuransi masih amburadul. Bahkan banyak pekerja yang belum menerima kartu keanggotaan atau dokumen lainnya sebagai bukti keikutsertaan asuransi jiwa tersebut. Lemahnya pengawasan disebut-sebut sebagai salah satu penyebabnya. “Sebelum asuransi jiwa yang dikelola melalui PT AJTM, sebenarnya sudah ada (asuransi, red) dan telah berjalan. Namun karena ada regulasi perusahaan yang mengharuskan asuransi dikelola PT AJTM, maka tidak lagi bisa ditawar. Meskipun kami sebenarnya khawatir dengan pengelolaan yang dilakukan pengelolanya,” ungkap Iwan, Jumat (3/1). Sebelumnya, asuransi diterima langsung karyawan outsourching yang bersangkutan. Namun sejak program asuransi PT AJTM diluncurkan, kini para karyawan outsourching harus mengikuti ketentuan perusahaan meski setengah hati dalam melaksanakannya. Kondisi itu, menurut Iwan sangat merugikan dan komitmennya sangat tidak jelas. “Coba saja bayangkan, kalau 1.080 orang dikalikan Rp300 ribu setiap bulan, apakah itu bukan angka yang fantastik. Namun sayang pengelolaannya kurang bisa dioptimalkan,” ujarnya. Hal itu yang kemudian melatarbelakangi penolakan kebijakan tersebut. Terlebih sebelumnya dana yang sempat diterima pekerja, kini tidak lagi diterima untuk membayar premi tersebut. Penolakan itu juga didasarkan pada penolakan karyawan organik yang tidak memilih PT AJTM sebagai perusahaan pengelola asuransi. Karyawan outsourching berharap agar pengelolaan asuransi bisa dilakukan dengan baik oleh pengelola. Sementara itu, Manager HR Pertamina RU VI Balongan, Suprapno menyebutkan, alasan molornya penerapan program asuransi yang preminya dibayarkan Pertamina melalui vendor itu karena belum semua vendor mendaftarkan keanggotaannya dalam asuransi tersebut. Dari 31 vendor, baru 9 perusahaan yang sudah mendaftarkan keanggotaannya dalam program asuransi tersebut. “Dalam waktu dekat, kami akan terus berupaya menyelesaikannya dan mempercepat prosesnya agar bisa berjalan normal,” jelasnya. (cip)
SBMK-KASBI Soroti Asuransi Pekerja
Sabtu 04-01-2014,09:59 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 02-06-2026,20:45 WIB
Dimas Adi Prasetyo atau Dimas Wicaksono? Kekeliruan Data Timnas U-19 Jadi Perbincangan
Rabu 03-06-2026,11:00 WIB
Aturan Baru SPMB 2026 Kota Cirebon, Ini Skema Baru Jalur Prestasi dan Kuota Domisili
Selasa 02-06-2026,21:18 WIB
Reshuffle BGN! Presiden Prabowo Copot Dadan Hindayana dan Tunjuk Pimpinan Baru
Rabu 03-06-2026,09:05 WIB
Update HP 1 Jutaan Terbaik Juni 2026: Samsung hingga Oppo, Spek Makin Gahar
Selasa 02-06-2026,21:07 WIB
Eks Bintang PSG Layvin Kurzawa Berpisah dengan Persib Bandung, Ini Pesan Menyentuh untuk Bobotoh
Terkini
Rabu 03-06-2026,18:00 WIB
Ini Penampakan Motor Koperasi Merah Putih di Kuningan: Mulai Disalurkan, 2 Unit di Desa Cipicung
Rabu 03-06-2026,17:45 WIB
Atasi Parkir Liar dan Kemacetan, CSB Mall Cirebon Pasang Pagar di Sepanjang Trotoar
Rabu 03-06-2026,17:41 WIB
Eks Kepala BGN dan 2 Wakil Ditahan Kejagung Usai Pemeriksaan
Rabu 03-06-2026,17:30 WIB
Spesial Promo Lionsport Billiard, Ladies Free Setiap Rabu Hingga Akhir Juni 2026
Rabu 03-06-2026,17:01 WIB