Objek Wisata Panyaweuyan Ramai Diperbincangkan di Medsos Karena Berlakukan Tiket Masuk, Begini Kata Pengelola

Selasa 06-06-2023,07:30 WIB
Reporter : Ono Cahyono
Editor : Moh Junaedi

MAJALENGKA, RADARCIREBON.COM – Wisata Terasering Panyaweuyan Kabupaten Majalengka akhir-akhir ini sedang disorot oleh netizen.

Pasalnya, banyak warga yang mengeluh atas pungutan tiket masuk kepada orang yang hanya nongkrong di warung kopi kawasan Wisata Terasering Panyaweuyan.

BACA JUGA:Tiket Laga Timnas Indonesia vs Argentina Hari Pertama Penjualan Ludes, Presiden Jokowi Juga Belum Dapat

Menjawab hal itu, pihak pengelola Wisata Terasering Panyaweuyan Kabupaten Majalengka memastikan jika pengendara yang hendak melewati kawasan wisata tidak dipungut biaya masuk tiket.

"Kami tidak memungut atau tidak meminta tiket kepada orang yang hanya lewat. Namun harus dipastikan memang benar-benar hanya lewat saja," ujar Pengelola Wisata Terasering Panyaweuyan Majalengka, Mulyadi.

Dia mengatakan pengunjung mempersilahkan melaporkan ke petugas sekitar ketika hanya untuk lewat saja dan tidak berwisata di lokasi Panyaweuyan. Sehingga dipastikan tidak akan dikenakan tiket masuk.

BACA JUGA:Grup Keroncong Perdamaian Pondok Pesantren Al Zaytun Lantunkan Lagu Berbahasa Ibrani, Lembaga Ini Beri Pujian

Berbeda halnya dengan ingin nongkrong di warung kawasan wisata tersebut, pengunjung tetap dikenakan tiket masuk.

"Misalkan ada kepentingan kepada orang sekitar dan lainnya, kita tidak akan meminta tiket. Apalagi kepada orang sekitar, kita juga tidak meminta tiket masuk," tegasnya.

Mulyadi menuturkan tiket masuk itu hanya untuk yang berwisata, meski di atas hanya menikmati pemandangan.

BACA JUGA:PPP Rekomendasikan Uu Ruzhanul Ulum Jadi Cawapres Dampingi Ganjar Pranowo

Tentu hal ini berbeda dengan orang yang naik ke bukit Panyaweuyan yang sama-sama menikmati pemandangan.

"Kita kasihan juga dengan yang sudah bayar, karena meski hanya nongkrong di warung kopi (warkop), kan tetap ikut menyumbang misal sampah, lalu ikut menikmati pemandangan begitu," tutur dia.

Oleh sebab itu kalau yang lewat dan singgah terutama yang ingin menikmati pemandangan tetap dipungut biaya tiket masuk, kecuali yang hanya lewat dengan tujuan ke daerah setelah Panyaweuyan, itu tidak dipungut biaya.

BACA JUGA:Bangun Kapal 'Nabi Nuh' Muat 500 Santri, Ternyata Ini Misi Panji Gumilang untuk Mahad Al Zaytun

Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan curhatan seorang warganet yang mengeluhkan adanya pungutan tiket di objek wisata Terasering Panyaweuyan Majalengka meski hanya nongkrong di warung kopi.

Padahal sebelumnya, pungutan tiket hanya berlaku bagi pengunjung yang menaiki bukit Panyaweuyan dengan melewati sejumlah anak tangga.

Pada postingan yang diunggah akun Facebook Jeslyn Painting di grup Majalengka, tertulis bahwa yang bersangkutan berniat hanya jalan-jalan dan jajan saja di warung area Panyaweuyan.

BACA JUGA:Bangun Kapal 'Nabi Nuh' Muat 500 Santri, Ternyata Ini Misi Panji Gumilang untuk Mahad Al Zaytun

Namun, di tengah jalan tiba-tiba dimintai bayar tiket, per orangnya Rp12 ribu. "Tadi jam 3 sore ke panyaweuyan, niat nya mau jalan2 dan jajan saja di warung, tetapi di tengah jalan tiba2 di pinta bayar tiket, per orang nya 12rbu, ber 2 sama istri jadi 24ribu, lalu disana di pinta parkir lagi 3rbu, jadi saya bayar 27ribu cuman buat jajan di warung saja," tulis akun tersebut pada Kamis 1 Mei 2023.

Ia pun meminta pendapat ke pengguna Facebook lainnya terhadap peristiwa yang telah dialaminya. Akun tersebut juga meminta agar pungutan tiket diterapkan dengan aturan yang dulu.

BACA JUGA:Kejar Penunggak Pajak Kendaraan, Samsat Kota Cirebon Gelar Razia Sampai Rabu 7 Juni 2023

"Menurut kalian ini gimna? Kalo menurut saya sih mending aturan yg dulu, jadi yg di tiket yg mau naik ke atas saja," tulis akun Jeslyn menambahkan.

Menyikapi hal itu, Pengelola Wisata Terasering Panyaweuyan Majalengka pun memberikan tanggapannya.

Salah satu Pengelola Panyaweuyan Majalengka, Mulyadi mengatakan, bahwa penerapan tiket satu pintu itu hasil kesepakatan pengelola dari tiga desa.

BACA JUGA:Panji Gumilang Mengklaim Ajarkan Bahasa Ibrani di Mahad Al Zaytun Sebagai Seting Pendidikan Global

Para pengelola juga sudah membentuk Bumdes sejak tahun 2021 lalu.

Adapun, pengelola dari tiga desa yang dimaksud sendiri, yakni Desa Sukasari Kidul, Desa Sukasari Kaler dan Desa Tejamulya.

Sebab objek wisata Terasering Panyaweuyan sendiri merupakan kawasan wisata yang berada di tiga desa tersebut. (ono)

 

Kategori :