KUNINGAN – Selaku penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) di daerah mestinya bersikap proaktif. Jangan sampai bersembunyi di balik kebijakan pusat, sedangkan di lapangan masyarakat dilanda kebingungan. Pernyataan tersebut dilontarkan salah seorang akademisi, Dede Awaludin MPd, kemarin (17/1). Dia meminta agar BPJS di tingkat daerah tidak hanya bersikap menunggu. Kalaupun belum turun berbagai kebutuhan dalam pelaksanaan program, mereka seharusnya proaktif menanyakannya ke pusat. “Bila perlu BPJS se-Indonesia melakukan aksi unjuk rasa ke pusat agar segala kelengkapan terpenuhi. Karena saya yakin BPJS di daerah yang paling disalahkan oleh masyarakat, terutama peserta JKN,” saran pria yang akrab disapa Delon itu. Desakan dari daerah, menurut dia, sangat dibutuhkan. Sehingga pihak pusat akan berpikir ulang serta melakukan evaluasi terhadap pemberlakuan JKN. Kalaupun kemudian revisi kebijakan tak bisa dilakukan, paling tidak segala keperluan BPJS di daerah terpenuhi. “Seperti e-katalog dan database warga miskin, ini sangat penting. Jika tidak segera dipenuhi, maka bisa menimbulkan gejolak di bawah. Kasihan BPJS di daerah yang nanti bisa dibuat babak belur,” ungkapnya. Dengan kelengkapan tersebut, maka ke depan evaluasi dapat dilakukan dengan baik. Saat ini, jangankah mau melakukan evaluasi program, untuk penunjang pelaksanaannya pun belum ada. Dengan timbulnya kekacauan akibat pemberlakuan JKN, Delon meminta semua pihak jangan saling menyalahkan. Sebab regulasi menyangkut BPJS merupakan hasil penggodokan bersama, terutama para wakil rakyat di DPR RI. “Dengan disahkannya UU tentang JKN ataupun tentang BPJS maka itu menandakan bahwa mayoritas fraksi di DPR RI menyetujuinya. Jadi setelah timbul persoalan seperti sekarang, mereka tidak boleh saling menyalahkan,” harapnya. Kepada penggagas BPJS pun, Delon meminta agar jangan berpangku tangan. Semua pihak harus bertanggung jawab mencari solusi yang tidak merugikan rakyat. Termasuk wakil rakyat yang ngotot menggolkan UU tersebut, yakni Rieke Diah Pitaloka dan pimpinan Serikat Pekerja. “Saya sependapat bahwa, penyelenggara JKN tidak siap memberlakukan. Agar tidak terjadi kekacauan, maka saya sarankan agar pemberlakuannya diundurkan,” tukas Delon. (ded)
BPJS Daerah Diminta Proaktif
Sabtu 18-01-2014,10:37 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 22-09-2026,14:14 WIB
Pembunuhan di Hotel Cirebon: S Cemburu Lihat Mantan Istri Video Call Pria Lain
Selasa 22-09-2026,10:00 WIB
BREAKING NEWS: Pelaku Pembunuhan Wanita di Hotel di Kota Cirebon Ditangkap di Pangandaran
Selasa 22-09-2026,11:00 WIB
Dari Rp70 Ribu Jadi Rp248 Ribu, Tagihan PDAM Warga Cirebon Bikin Resah
Selasa 22-09-2026,07:55 WIB
Rumah Tambah Segar! Ini 5 Tanaman Hias Pembersih Udara yang Mudah Dirawat dan Tampilannya Estetik
Selasa 22-09-2026,11:15 WIB
Maxim Tanggapi Demo Ojol di Cirebon, Ini Penjelasan soal Turbo, Platform Fee dan Fake GPS
Terkini
Rabu 23-09-2026,07:29 WIB
Gagal Cuan! Hak Siar FIFA ASEAN Cup Alot Sepi Peminat, Bonus Hadiah Juara Dipangkas Besar-besaran
Rabu 23-09-2026,07:00 WIB
Teknologi Bensin dari Batu Bara Sudah Ada, Pemerintah Siapkan Strategi Kurangi Ketergantungan Impor BBM
Rabu 23-09-2026,06:25 WIB