MANDIRANCAN – Salah seorang caleg dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Drs H Momon Suherman mendadak marah. Pasalnya, banner bergambar dirinya di Desa Pakembangan, Kecamatan Mandirancan, dicopot oleh PPL (panitia pengawas lapangan) desa setempat. “PPL itu tidak berwenang untuk mencopot. Yang berwenang untuk melakukan eksekusi itu adalah aparat Satpol PP,” kata wakil rakyat yang menjabat sebagai ketua DPC PPP tersebut, kemarin (17/1). Karena menurutnya, selain bukan kewenangan PPL, rupanya pencopotan tersebut tanpa pemberitahuan sebelumnya. Momon sangat menyayangkan tindakan PPL yang dianggapnya melebihi kewenangan Satpol PP. Hal itu jelas merugikan para caleg, termasuk dirinya. “Sebelumnya saya tidak menerima pemberitahuan atau pun komunikasi. Tiba-tiba gambar saya dicopot tanpa alasan yang jelas. Yang mencopotnya pun anggota PPL,” ketusnya. Berdasarkan aturan, pemasangan atribut kampanye yang dilarang hanyalah baliho dengan ukuran yang ditetapkan. Sedangkan untuk banner, itu berukuran kecil dan tidak masuk dalam pengaturan. Selama tidak ada larangan, menurut Momon, pemasangan banner diperbolehkan. “Saya juga enggak tahu istilahnya apa, apakah banner atau baliho berukuran kecil. Yang jelas, ukuran gambar sekecil itu tidak masuk kepada item pengaturan KPU,” kata Momon. Kalaupun itu dilarang, mestinya ada komunikasi sebelumnya dengan dirinya atau caleg lain. Pihaknya pun akan menyadari kesalahan jika kemudian pemasangan atribut kampanye tersebut memang terbilang salah. “Mungkin ini terjadi di semua desa. Banyak caleg yang tidak paham, hanya bisa diam setelah atributnya dicopot. Jelas itu sangat merugikan mereka,” tandasnya. Bukan hanya banner berukuran kecil, Momon menyebutkan, bendera partainya pun banyak dicopot. Hanya saja untuk pencopotan bendera, pihaknya tidak mengetahui siapa oknumnya. Yang jelas di wilayah Kecamatan Mandirancan ratusan bendera partai tiba-tiba hilang. “Mestinya pencopotan bendera juga menjadi pengawasan panwas. Jangan sampai oknum pencopot atau perusak atribut partai seperti itu merajalela,” harap caleg incumbent dapil II tersebut. Atas adanya kerugian yang dirasakan, Momon langsung melaporkannya ke Panwascam Mandirancan. Saat itu dirinya hanya dijanjikan bahwa apa yang dialaminya hendak ditindaklanjuti oleh panwascam. Selain di wilayah Mandirancan, peristiwa pencopotan atribut kampanye pun terjadi di wilayah Kecamatan Kadugede. Belum lama ini, anggota panwas di wilayah itu melakukan pencopotan atribut kampanye yang dinilai melanggar. Hanya saja aksi panwas tanpa disertai pemberitahuan kepada para caleg. Ketika hendai dikonfirmasikan via sambungan seluler, ponsel Ketua Panwaslu Kabupaten Kuningan Ujang Abdul Aziz MH tidak aktif. (ded)
Gambar Dicopot, Caleg PPP Protes
Sabtu 18-01-2014,10:44 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 06-06-2026,21:00 WIB
Resmi Diluncurkan Kembali, PSGJ Siap Kembalikan Kejayaan Sepak Bola Kabupaten Cirebon
Sabtu 06-06-2026,20:32 WIB
Forum Ekonomi Regional Jawa 2026: Perkuat Ekosistem Halal di Indonesia
Sabtu 06-06-2026,22:01 WIB
PSGJ Cirebon Kenalkan Skuad dan Jersey Baru di Stadion Watubelah, Ini Target Besarnya
Sabtu 06-06-2026,19:00 WIB
Imigrasi Bersih-Bersih, Jalur Cepat Izin Tinggal WNA Resmi Dihentikan
Sabtu 06-06-2026,19:35 WIB
Promosi Doktor di UIN SSC, Peneliti Ini Tawarkan Model Integratif Keuangan Sosial Islam Atasi Kemiskinan
Terkini
Minggu 07-06-2026,18:30 WIB
Kuliner Enak Dekat Rest Area Cirebon, Wajib Dicoba Saat Istirahat di Tengah Perjalanan
Minggu 07-06-2026,17:56 WIB
Ramalan Shio Macan Juni 2026: Karier Melesat, Rezeki Mengalir dan Asmara Makin Harmonis
Minggu 07-06-2026,17:30 WIB
Kelainan Saluran Kemih Anak Bisa Dideteksi Sejak Dalam Kandungan
Minggu 07-06-2026,17:05 WIB
Spesifikasi Motor Listrik Honda CUV e: Mampu Tempuh Jarak Hingga 80,7 KM
Minggu 07-06-2026,16:31 WIB