JAKARTA - Masuknya berkas pelaporan tunggakan gaji pemain asing ke FIFA beberapa waktu yang lalu kemungkinan tidak akan ada pengaruhnya. Klub-klub yang digugat oleh ke-16 pemain asing tersebut tidak kebakaran jenggot dengan kabar tersebut. Alasan perbedaan manajemen saat pemain asing itu bermain jadi penyebabnya. Pasalnya, rata-rata pemain-pemain tersebut memiliki masalah pembayaran gaji dengan klubnya dua hingga empat musim lalu. Otomatis, manajemen klub yang tergugat itu pun tentunya sudah mengalami perubahan. Bahkan beberapa diantaranya sekarang sudah tidak jelas lagi bagaimana nasibnya. Salah satu klub yang tergugat itu adalah Bontang FC. Dari 16 pemain yang menggugat, empat diantaranya berasal dari klub tersebut. Persoalannya, rata-rata mereka bermain di Bontang FC di rentang musim 2009-2010 hingga 2011-2012 silam. \"Dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan kami,\" ujar manajer Bontang FC, Haeriadi, di Jakarta, kemarin (20/1). Menurutnya, manajemen Bontang saat ini tidak mau ambil pusing dengan adanya persoalan itu. Apalagi, kini mereka sudah cukup disibukkan dengan jatuhnya sanksi dari PSSI menyangkut dugaan match fixing di dalam babak playoff Indonesia Premier League (IPL) beberapa bulan lalu. Yang lebih tahu, ungkapnya, manajemen klub yang lama atau jajaran atas Bontang FC, misalnya CEO. Sayangnya, CEO Bontang FC Arif Budi yang dihubungi secara terpisah pun juga mengaku tidak mengetahui bagaimana perihal dikontraknya pemain-pemain asing tersebut. \"Saya tidak tahu apa-apa soal itu,\" klaimnya. Pernyataan yang tidak jauh berbeda juga diungkapkan manajemen klub PSIM Jogjakarta. Terkait dengan trio Belanda-nya, Direktur Utama PSIM Dwi Irianto menyatakan bahwa yang merekrut Kristian Adelmund, Emile Linkers, dan Lorenzo Rimkus adalah pihak di luar manajemen klub, yakni PT Nirwan Persada Indonesia, perusahaan milik keluarga Bakrie. Pria yang akrab disapa Mbah Putih itu menyebutkan, dirinya hanya meneruskan roda organisasi di PSIM. Termasuk ketika tidak mampu memberikan gaji kepada pemainnya kala itu. \"Terkait dengan perekrutan tiga pemain asing, tidak jelas bagaimana deal-deal-nya. Sepertinya itu yang tahu Pak Bardi (Soebardi) atau Pak Wali kota,\" bebernya. Lebih lanjut, dia kaget dengan upaya ketiga mantan pemain klubnya itu yang melaporkan kepada FIFA. Karena, sejak ketiganya hengkang dari PSIM, tidak ada persoalan apapun sehingga dalam perjalanannya mereka bisa bergabung di klub lain. \"Ya begitulah pemain asing. Yang terpenting saya bisa memenuhi kewajiban pemain lokal,\" imbuhnya. Sebagai operator yang menangani kompetisi resmi di bawah PSSI, PT Liga Indonesia (PT LI) sudah ada rencana memanggil semua klub terkait tunggakan gaji, pekan depan. Hanya, belum diketahui apakah juga membahas tuntutan yang masuk ke FIFA tersebut atau tidak. \"Pastinya kami tidak ingin klub-klub itu risau dengan interaksi PT LI dengan media,\" pungkas CEO PT LI, Joko Driyono. (ren/ko)
Penyelesaian Putus di Manajemen
Selasa 21-01-2014,13:24 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 07-06-2026,11:37 WIB
11 Rumah Eks Bupati Cirebon Dilelang KPK, Mulai dari 400 Jutaan
Minggu 07-06-2026,05:02 WIB
Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P9 di Kualifikasi, Siap Berburu Poin
Minggu 07-06-2026,19:30 WIB
Daftar Harga Daihatsu Ayla Terbaru 2026, Intip Keunggulan Spesifikasinya
Minggu 07-06-2026,04:02 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa Buka Suara soal Rumor Pengunduran Diri: Saya Tetap Bekerja
Minggu 07-06-2026,20:00 WIB
Duit Pas-pasan, Pengen Punya Mobil Irit Bensin? Ini 7 Mobil Seken yang Bisa Kamu Cari!
Terkini
Senin 08-06-2026,02:00 WIB
3 Manfaat Kencur untuk Kesehatan, Herbal Tradisional yang Bantu Turunkan Kolesterol hingga Atasi Diare
Minggu 07-06-2026,23:55 WIB
5 Motor Listrik Buatan Indonesia yang Layak Dipertimbangkan pada 2026
Minggu 07-06-2026,23:12 WIB
Cari Motor Listrik Terjangkau? Ini Pilihan Terbaik di Bawah Rp20 Juta
Minggu 07-06-2026,21:00 WIB
Ramalan Keuangan Shio Juni 2026: Siapa yang Paling Beruntung Bulan Ini? Simak Prediksi Lengkapnya
Minggu 07-06-2026,20:00 WIB