Di tempat yang sama, Direktur RSUD Waled Kabupaten Cirebon, dr Mohamad Luthfi SpPD Subs HOM (K) FINASIM MMRS menyampaikan, bahwa skema pendidikan AHS merupakan solusi dari permasalahan skema pendidikan dokter spesialis saat ini, yaitu skema university based yang memiliki kelemahan berupa daya tampung peserta didik yang terbatas, dan skema hospital/kolegium based yang memiliki kelemahan berupa quality assurance dari Universitas/Fakultas Kedokteran.
“Melalui program AHS ini, daya tampung peserta didik dokter spesialis di FK Unpad dapat ditingkatkan, namun tidak mengurangi mutu pendidikan,” ungkapnya.
BACA JUGA:BREAKING NEWS: Agus Mulyadi Dikabarkan Jadi Pj Walikota Cirebon, Sore Ini Dilantik
BACA JUGA:Pertambangan Jadi Sektor yang Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat
Direktur RSUD Waled juga menyampaikan, bahwa visi kedepan adalah program pendidikan ini bisa dijadikan referensi untuk Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (FK UGJ) dan RSUD Waled, agar dapat mempersiapkan dan mengembangkan program pendidikan dokter spesialis.
Selain itu, RSUD Waled juga akan mengembangkan program AHS ini pada pendidikan spesialis penyakit dalam dan spesialis anak.
Bersamaan dengan kegiatan ini, dilakukan pelatihan TOT pendidikan spesialis Obsgyn skema AHS yang diikuti oleh 5 dokter spesialis Obsgyn di lingkungan RSUD Waled yaitu dr Deni Wirhana S SpOG Subs KFM, dr Bogie P SpOG Subs Obgynsos, dr Hervan Umbaran SpOG Subsp Fertilitas, dr Wildan Sutrisno SpOG dan dr Gayuh Setyorini SpOG. (den/adv)