JAKARTA - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akhirnya memulai kinerjanya menegakkan aturan di Indonesia Super League (ISL) 2014. Setelah klub-klub di ISL menggulirkan laganya yang keempat, Komdis mengeluarkan sanksi bagi klub-klub pelanggar aturan, terutama yang berkaitan dengan ulah penontonnya. Setelah menggelar sidang hingga Rabu malam (12/2), badan yang dipimpin oleh Hinca Panjaitan itu langsung memberikan hukuman bagi dua klub ISL, Persebaya Surabaya dan Putra Samarinda (Pusam). Kesalahan kedua klub tersebut sama, yaitu membiarkan pendukungnya menyalakan flare di saat jalannya pertandingan. Persebaya berulah ketika menggelar pertandingan kandang perdananya melawan Mitra Kukar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya (1/2). Sementara Pusam terkena sanksi akibat ulah pendukungnya menyalakan flare di Stadion Segiri, Samarinda ketika menghajar Perseru Serui lima gol tanpa balas (9/2). \"Baik Persebaya ataupun Putra Samarinda sama-sama melakukan tingkah laku buruk dan tidak patut karena menyalakan kembang api dan petasan. Makanya, dengan ini kami menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp50 juta kepada panpel kedua klub, dan dibayarkan paling lambat 12 Maret 2014 nanti,\" ujar Hinca dalam pernyataan resminya. Sebenarnya, dari total 34 pertandingan ISL yang bergulir hingga hari ini, bukan hanya dua klub ini saja yang pendukungnya menyalakan flare. Masih ada pertandingan lain yang disertai dengan flare. Sekalipun secara kapasitas masih di bawah pertandingan yang melibatkan Persebaya dan Pusam. Hanya, setidaknya sanksi perdana bagi klub ini bisa menjadi efek jera dan pembejaran bagi pihak panpel pertandingan supaya lebih ketat lagi dalam mengamankan pendukungnya. Terutama yang membawa petasan, kembang api atau flare. \"Kalau pelanggaran ini diulangi lagi, maka hukuman lebih berat bisa saja kami jatuhkan,\" imbuhnya. Sebagai salah satu klub yang terhukum, panpel Pusam menilai bahwa pemberian sanksi ini sebagai satu hal yang positif. Mereka pun tidak mempermasalahkan sanksi ini jatuh ke klubnya. Direktur Olahraga Pusam Dimas Raditya menyebut, sanksi denda Rp50 juta membuat pihaknya bakal lebih ketat lagi. Termasuk untuk pengamanan pertandingan melawan Persipura Jayapura, malam nanti. \"Kami akui tidak mudah untuk mengamankan ribuan penonton agar tidak membawa petasan. Tapi pada pertandingan berikutnya kami akan berusaha lebih ketat lagi agar pelanggaran yang sebelumnya tidak terulang kembali,\" sebutnya. Bukan hanya sanksi bagi klub pelanggar aturan tanpa flare di pertandingan, setelah sidang yang sama Komdis PSSI juga memberikan sanksi bagi individu. Tercatat ada tiga orang yang dijatuhi sanksi, mulai dari pelatih klub ISL, Persepam Madura United Daniel Roekito, pengurus klub Makassar United Ryan Latief dan ketua Asprov PSSI Sulsel Kadir Halid. (ren)
Baru Sanksi Dua Klub
Jumat 14-02-2014,09:14 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 09-06-2026,17:17 WIB
Tragis! Pemuda Cirebon Tertemper KA Harina Surabaya-Bandung di Jalur Rel Mundu
Selasa 09-06-2026,18:18 WIB
Sejumlah Wilayah di Kota Cirebon Mati Lampu, Ada Gangguan
Selasa 09-06-2026,18:44 WIB
Breaking News: Truk Rem Blong Tabrak Warung di Arjawinangun Cirebon, Satu Orang Tewas
Selasa 09-06-2026,11:30 WIB
Senjata Baru Timnas Bikin Maarten Paes Terkejut! Andrej Kostolansky Jadi Kunci Revolusi Era John Herdman
Selasa 09-06-2026,11:55 WIB
Ibu Rumah Tangga Ditodong: Motor Dirampas, Pelaku Bersenjata Celurit telah Ditangkap
Terkini
Rabu 10-06-2026,10:30 WIB
Bicara Soal HSG, Eti Herawati: Partai Menunggu Proses yang Sedang Berjalan
Rabu 10-06-2026,10:05 WIB
Pernikahan Viral di Kuningan, Suami Dapat Kado Istri Muda dari Istri Pertama saat Anniversary ke-16
Rabu 10-06-2026,10:01 WIB
Kuatkan Semangat Persaudaraan, Paguyuban Honda Kuningan Gelar Kopdar Gabungan
Rabu 10-06-2026,09:30 WIB
Gali Pengalaman dan Asah Skill, Arai Agaska Tetap Semangat di World Sportbike
Rabu 10-06-2026,09:11 WIB