MAJALENGKA – Pada tahun persidangan 2014 ini, ternyata tidak terselip nama rancangan peraturan daerah (raperda) tentang perlidungan pasar tradisonal dan pengaturan pasar modern. Padahal, raperda ini merupakan tunggakan dari program legislasi daerah (prolegda) DPRD Kabupaten Majalengka tahun 2011 yang lalu. Usut-punya usut, ternyata raperda tersebut tidak akan lagi dibahas, lantaran telah ditarik dari pembahasan dan panitia khusus (pansus) yang membahas raperda ini, pun telah dibubarkan. Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPRD Majalengka Drs M Jubaedi membenarkan jika raperda ini telah ditarik dari pembahasan, dan dikembalikan kepada pihak eksekutif. “Raperda itu sih nggak masuk (rencana pembahasan). Kan sudah ditarik lagi lewat paripurna, dan dikembalikan lagi ke eksekutif sebagai pengusulnya. Kalau nggak salah, ditariknya pada waktu itu sekitar akhir triwulan ketiga tahun lalu (2013),” kata politikus PKB asal Ligung ini. Mantan sekretaris pansus raperda pasar Otong Syuhada SH MH menyebutkan, penarikan raperda ini merupakan keputusan bulat DPRD yang diambil lewat paripurna, setelah sebelumnya pansus yang membahasnya mengajukan permohonan penghentian pembahasan raperda yang dimaksud. “Ya kan hafal sendiri. Alasannya hanya karena usulan kita mencantumkan aturan mengenai pembatasan jarak antara pasar modern dan pasar tradisional, pembatasan jam operasional pasar modern, dan pembatasan jumlah pasar modern, tidak disepakati. Makanya, daripada berdebat kusir membahas tiga aturan yang tidak pernah disepakati, maka kita sepakat untuk menghentikan pembahasannya dan mengembalikan draftnya ke eksekutif,” kata Politisi PAN ini. Padahal, kata dia, setelah melakukan kajian studi banding ke pemerintah pusat dan pemerintah provinsi mengenai pencantuman tiga poin aturan ini, ternyata tidak bertentangan dengan aturan lain yang kedudukannya lebih tinggi. “Bahkan di konstitusi kita kan diatur mengenai negara menjamin hak setiap warga negara untuk berusaha. Justru saya menilai, ketika tiga aturan ini tidak ada, maka hak warga negara dalam berusaha belum terjamin sepenuhnya,” ujarnya. Mantan anggota pansus pasar H Pepep Saeful Hidayat SIKom menyebutkan, landasan lain yang mendasari pihaknya untuk mencantumkan aturan jarak, jam operasional, dan jumlah pasar modern, semata-mata adalah untuk melindungi pedagang tradisional yang semakin hari semakin tersisihkan. “Pengelola pasar modern, ketika kita ajak bicara mengenai rencana pencantuman tiga poin aturan ini saja mengaku tidak ada masalah. Kok justru dari eksekutif yang mempermasalahkannya. Setiap kali kita mencoba untuk berkomunikas, selalu menemui jalan buntu,” sebut politisi PPP ini. Mantan anggota pansus lainnya H Imif Miftahudin menilai, dengan tidak dilanjutkannya pembahasan Raperda ini untuk ditetapkan menjadi Perda, maka hal ini merupakan upaya membunuh pedagang tradisional. Pasalnya, dengan tidak adanya payung hukum yang mengatur lebih ketat keberadaan pasar atau toko modern, maka bisa saja keberadaan pasar dan toko modern di Majalengka semakin menjamur dan tidak terkontrol jumlah dan keberadaanya. (azs)
Raperda Pasar Ditiadakan
Jumat 21-02-2014,09:09 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 22-09-2026,14:14 WIB
Pembunuhan di Hotel Cirebon: S Cemburu Lihat Mantan Istri Video Call Pria Lain
Selasa 22-09-2026,10:00 WIB
BREAKING NEWS: Pelaku Pembunuhan Wanita di Hotel di Kota Cirebon Ditangkap di Pangandaran
Selasa 22-09-2026,11:00 WIB
Dari Rp70 Ribu Jadi Rp248 Ribu, Tagihan PDAM Warga Cirebon Bikin Resah
Selasa 22-09-2026,11:15 WIB
Maxim Tanggapi Demo Ojol di Cirebon, Ini Penjelasan soal Turbo, Platform Fee dan Fake GPS
Selasa 22-09-2026,09:05 WIB
RAM PC Makin Mahal di 2026, Segini Biaya Upgrade DDR4 dan DDR5
Terkini
Rabu 23-09-2026,08:56 WIB
Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan sampai Kuliah, Respons Puan Bikin Wacana Ini Makin Menarik
Rabu 23-09-2026,08:42 WIB
Selangkah Lagi WNI, Taisei Marukawa Terus Pamer Ketajaman di Super League
Rabu 23-09-2026,08:29 WIB
Menarik Energi Positif, 10 Tanaman Hias Pembawa Keberuntungan ini Gak Cuma Bawa Hoki, Tapi Juga Rezeki
Rabu 23-09-2026,08:14 WIB
BMW M3 Listrik Lakukan Pengujian di Jerman, Xiaomi SU7 Ultra Tiba-Tiba Membuntuti!
Rabu 23-09-2026,07:58 WIB