VAR memutuskan salah satu pemain Korea Selatan berada dalam posisi offside. Nah, Shaun Evans melihat pemain yang offside itu bisa mengganggu pandangan Ernando Ari sehingga dianggap terlibat permainan. Gol dianulir.
Kartu Merah Top Skor Korsel
Lee Young-jun masuk ke lapangan pada babak kedua. Pemain tersebut merupakan Top Skor Korsel dengan koleksi 3 gol.
Lee Young-jun beberapa kali mengancam gawang Indonesia. Namun, pada menit ke-70, Lee Young-jun menerima kartu merah langsung dan harus keluar dari lapangan.
BACA JUGA:Usung Bang Haq, Pejuang Perubahan Ajak Nasdem PKS PKB Bersatu
Pelanggaran keras terhadap Justin Hubner, awalnya diganjar hukuman kartu kuning oleh wasit.
Lagi-lagi berkat wasit VAR, hukuman Lee Young-jun ditingkatkan jadi kartu merah.
Batalkan Peluang Korsel
Korea Selatan mendapat tendangan bebas tepat pada menit ke-120. Co Hyun-taek sudah siap mengambilnya.
Bola sudah berada di hadapannya dan posisinya cukup bagus untuk bisa mencetak gol ke gawang Ernando Ari.
Para pemain Korea Selatan juga terlihat sudah berada di dekat kotak penalti Indonesia dan siap menerima umpan crossing Cho Hyun-taek.
Namun, pada menit 120.15, wasit Shaun Evans meniup peluit tanda laga berakhir. Tidak ada tendangan bebas untuk Korea Selatan.
Keputusan Evans menyudahi laga tepat ketika waktu habis membuat peluang Korea Selatan sirna.
Selamatkan Kegagalan Justin Hubner
Justin Hubner jadi penendang penalti terakhir bagi Indonesia. Ini adalah momen krusial karena Korea Selatan unggul 5-4 atas Garuda Muda.
Tendangan penalti Hubner bisa diblok oleh Baek Jong-beom. Pemain Korea Selatan merayakan momen itu. Mereka merasa menang 5-4 dan lolos ke semifinal.