KUNINGAN – Baru juga dua bulan menjalankan tugas, KPUD Kuningan terancam kehilangan salah satu anggota timnya. Satu komisioner bernama Drs Sulaeman yang menjabat Divisi Hukum dan Hubungan Kelembagaan, diprediksi akan mengundurkan diri. Ini menyusul lolosnya Sulaeman menjadi CPNS hasil testing honorer kategori dua. Saat ditemui Radar kemarin (26/2), Sulaeman yang kesehariannya mengajar di SMPN 1 Jalaksana, membenarkan jika dirinya lolos CPNS. Hanya saja karena SK pengangkatan belum ada, maka dia pun belum dapat memastikannya. “Baru dari hasil pengumuman online saja, belum dari print out BKN. Jadi untuk pengangkatan CPNS itu sendiri saya belum menerima SK,” kata Eman, sapaan akrabnya. Kalaupun nanti benar, Eman menerima SK pengangkatan CPNS, maka sesuai aturan dirinya harus memilih. Sementara, meskipun secara eksplisit belum menentukan pilihan, Sulaeman mengaku sedang melengkapi berkas administrasi CPNS. “Mulai tadi (kemarin, red) saya sedang melengkapi berkas administrasi CPNS,” ungkapnya. Sebelum daftar menjadi anggota KPU, Eman sudah lama mengabdi di SMPN 1 Jalaksana. Sejak 2002 silam, pria yang tinggal di Jalaksana tersebut mengajar mata pelajaran Agama Islam. Sambil tetap mengajar, Eman mencoba mendaftar anggota KPU dan ternyata lolos. Namun tidak lama kemudian, ia pun mendapatkan kabar gembira lolos CPNS. Jika kemudian Eman memilih CPNS, maka di tubuh KPUD bakal terjadi pergantian antar waktu (PAW). Menanggapi hal itu, Ketua KPUD Kuningan Hj Heni Susilawati SSos MSi tidak bisa memastikan akan melakukan PAW. Sebab SK pengangkatan CPNS untuk Eman sendiri hingga saat ini belum ada. “PAW itu kan harus jelas apa yang melatarbelakanginya. Kita serahkan dulu ke yang bersangkutan akan memilih yang mana. Nah, kalau Pak Eman memilih CPNS dan sudah ada SK CPNS-nya maka nanti akan ada proses pengajuan PAW,” jelas Heni. Diakuinya, team work KPU sudah terjalin dengan baik. Dalam dua bulan ini, Heni menilai, Eman mampu menunjukkan dedikasinya secara luar biasa. Sementara itu, diperoleh keterangan bahwa, saat seleksi calon anggota KPU terdapat 10 besar nama yang digodok KPU Jabar. Jika Eman jadi mundur, maka peringkat urutan keenam yang akan menggantikannya, yakni Khaerudin SPd. Namun, Radar menerima informasi, Khaerudin pun lolos CPNS senasib dengan Eman. Sehingga peringkat urutan ketujuh bernama Jajang Arifin SSos berpeluang besar sebagai pengganti Eman jika benar ada PAW. (ded)
Satu Komisioner KPU Terancam Dicopot
Kamis 27-02-2014,10:03 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 07-06-2026,11:37 WIB
11 Rumah Eks Bupati Cirebon Dilelang KPK, Mulai dari 400 Jutaan
Minggu 07-06-2026,05:02 WIB
Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P9 di Kualifikasi, Siap Berburu Poin
Minggu 07-06-2026,19:30 WIB
Daftar Harga Daihatsu Ayla Terbaru 2026, Intip Keunggulan Spesifikasinya
Minggu 07-06-2026,04:02 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa Buka Suara soal Rumor Pengunduran Diri: Saya Tetap Bekerja
Minggu 07-06-2026,20:00 WIB
Duit Pas-pasan, Pengen Punya Mobil Irit Bensin? Ini 7 Mobil Seken yang Bisa Kamu Cari!
Terkini
Senin 08-06-2026,02:00 WIB
3 Manfaat Kencur untuk Kesehatan, Herbal Tradisional yang Bantu Turunkan Kolesterol hingga Atasi Diare
Minggu 07-06-2026,23:55 WIB
5 Motor Listrik Buatan Indonesia yang Layak Dipertimbangkan pada 2026
Minggu 07-06-2026,23:12 WIB
Cari Motor Listrik Terjangkau? Ini Pilihan Terbaik di Bawah Rp20 Juta
Minggu 07-06-2026,21:00 WIB
Ramalan Keuangan Shio Juni 2026: Siapa yang Paling Beruntung Bulan Ini? Simak Prediksi Lengkapnya
Minggu 07-06-2026,20:00 WIB