MAJALENGKA – Wakil Kepala Kepolisian Resort (Polres) Majalengka Kompol Jonner Mh Samosir mengklaim kerawanan kamtibmas pada pemilu legislatif April mendatang dapat terkendali. Hal ini dia simpulkan, berdasarkan pengalaman pengamanan pemilu-pemilu sebelumnya di Kota Angin ini, seperti pemilukada tahun lalu. “Berdasarkan prediksi Satuan Intelkam dan pengalaman pemilu-pemilu sebelumnya, tidak ada permasalahan menonjol di Majalengka. Tidak ada peristiwa luar biasa skala nasional,” kata Jonner usai memimpin simulasi pengamanan pemilu di halaman Mapolres, kemarin (3/3). Meski demikian, mantan Kabag Ops Polres Cirebon ini menegaskan jika situasi kondusivitas kamtibmas pada pileg nanti jangan dianggap remeh. Seluruh anggota Polri mesti tetap waspada, serta terus menjalankan upaya monitoring dan pengamanan pada setiap tahapan pemilu yang tengah berjalan, terutama pada saat kampanye. Karena diakuinya, pada saat kampanye pemilu nanti merupakan masa-masa yang paling rawan terjadinya potensi gangguan kamtibmas di lapangan, sehingga perlu dilakukan monitoring dan pengamanan ekstra dari setiap anggotanya yang bertugas di setiap pos kerjanya masing-masing. “Secara kewilayahan, sudah kita petakan dan semuanya merata potensi kerawanannya. Tapi pada prosesnya, tahapan yang paling rawan tentu masa-masa kampanye. Kita minta anggota untuk lebih ekstra melakukan pengamanan di masa kampanye nanti,” ujarnya. Dia menyebutkan, untuk jumlah personel yang akan dikerahkan pada operasi pengamanan pemilu nanti, jumlahnya berada di kisaran 1.200 orang. Namun, untuk petugas Polri yang dikerahkan sesuai dengan prosedur tetap (protap) Peraturan Kapolri (Perkap) No 9 tahun 2011, dikerahkan 2/3 kekuatan personel pada setiap tingkatan terkecil sampai terbesar, mulai dari Polres, Polda, hingga Mabes Polri. Dengan demikian, lanjut Jonner, 2/3 jumlah personel Polri di tingkatan Polres Majalengka yang dikerahkan dalam pengamanan pileg nanti, mencapai 500-an personel, termasuk jajaran anggotanya di masing-masing Polsek. Sisanya, terdiri dari petugas gabungan TNI dan unsur petugas dari pemerintah daerah seperti Dishub dan Satpol PP. Dia menambahkan, meski mengerahkan ratusan personel, pihaknya menegaskan netralitas anggotanya pada proses pengamanan pemilu nanti adalah hal yang mutlak. Karena hal ini merupakan amanat undang-undang, serta punya konsekuensi hukum tersendiri kepada anggotanya yang melanggar ketentuan ini. “Jelas sekali diamanatkan dalam UU, kami dituntut netral. Tidak akan ada keberpihakan Polri terhadap muatan politik apapun. Tentunya semua sudah paham, dan tidak perlu ditegaskan lagi, karena semua anggota tahu konsekuensinya (sanksi hukum) dari aturan ini,” imbuhnya. (azs)
Waspadai Masa Kampanye
Selasa 04-03-2014,12:38 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 26-07-2026,05:28 WIB
Toyota Innova Punya Saingan Serius, Ini 5 Mobil Bekas dengan Fitur Premium Kabin Lega & Harga Lebih Bersahabat
Minggu 26-07-2026,16:24 WIB
Daftar Mobil Bekas 50 Juta Terbaru Tahun 2026, Mesin Bandel, Cocok untuk Harian hingga Keluarga Kecil
Minggu 26-07-2026,08:37 WIB
Ramah di Kantong dan Punya Jaringan Servis Luas, Ini 5 Mobil Bekas di Bawah 100 Juta Masih Bagus Layak Beli
Minggu 26-07-2026,12:32 WIB
Cari SUV Toyota Murah Ini 7 Fortuner Bekas Rp100 Jutaan yang Masih Gagah, Tangguh, Nyaman dan Siap Harian
Minggu 26-07-2026,10:00 WIB
Jadwal Berat Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026, Duel Kontra Vietnam Diprediksi Jadi Penentu Nasib
Terkini
Senin 27-07-2026,04:32 WIB
6 Mobil Bekas MPV 7 Seater Layak Beli Pilihan Keluarga, Harga Termurah Rp53 Jutaan, Kabin Lega dan Nyaman
Senin 27-07-2026,04:31 WIB
Prediksi Line Up Timnas Indonesia VS Kamboja Piala AFF 2026, Skuad Garuda Diunggulkan untuk Menang
Senin 27-07-2026,04:15 WIB
Mulai Rp1 Jutaan, Ini 4 Rekomendasi HP Infinix Mirip iPhone 15 Pro Max, RAM 12/256GB, 33W Fast Charging
Senin 27-07-2026,03:39 WIB
Hasil Piala Presiden Persija vs Persebaya: Bernardo Tavares Buat Debut Shin Tae-Yong Jadi Mimpi Buruk!
Senin 27-07-2026,02:00 WIB