BACA JUGA:Nelayan Masih jadi Mata Pencaharian Andalan Masyarakat Pesisir Kota Cirebon
BACA JUGA:Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Pasti Diserahkan, Walau Peserta Belum Berkeluarga
Tak hanya itu, Adam juga mengingatkan bahwa jika masyarakat membakar sampah, sangat penting untuk ditunggu hingga api benar-benar padam.
"Di musim kemarau dan berangin ini, api yang ditinggalkan tanpa pengawasan memiliki risiko besar untuk berkembang menjadi kebakaran," tuturnya.
Adam menambahkan, terdapat tiga unsur yang menyebabkan api, yakni panas, oksigen dan bahan bakar.
"Di musim kemarau ini, suhu panas yang tinggi, keberadaan oksigen, dan bahan bakar seperti kertas, kayu, atau daun kering dapat dengan mudah memicu kebakaran. Terpenuhinya tiga unsur ini menjadi penyebab api," tandasnya.
BACA JUGA:Lebih dari 7.500 SPBU Pertamina Melayani Pertalite
BACA JUGA:Jelang Hari Pelanggan Nasional, PLN Tambah Infrastruktur Baru di Jawa Barat: Kelistrikan Makin Andal
Adam juga meminta Masyarakat dilarang melakukan pembakaran lahan atau sampah tanpa pengawasan dan dilarang membuang puntung rokok sembarangan.
"Kemudian menghindari pemakaian steker listrik yang bertumpuk dan berlebihan. Melarang anak-anak bermain api dan petasan, jauhkan benda yang mudah terbakar dari kompor atau sumber api," jelasnya.
Apabila terjadi kebakaran, lanjutnya, segera hubungi Damkar Kota Cirebon, Mako Bima (0231) 484113, Seltim Harjamukti (0231) 8808889 atau bisa menghubungi layanan kedaruratan 112.
“Pemadaman api adalah tanggung jawab bersama. Untuk itu, kami mengajak masyarakat untuk berkolaborasi dan bersama-sama menangani potensi kebakaran, karena Damkar tidak dapat bekerja sendiri tanpa keterlibatan aktif dari Masyarakat,” pungkasnya. (rdh)