Hal tersebut guna mengantisipasi sopir yang bukan dalam satu perkumpulan, bisa datang seenaknya ke rumah makan yang sudah terjalin kerjasama.
"Ada absennya juga, ada kartu," tegasnya.
Tidak hanya makan dengan harga murah yang diberikan pihak rumah makan, ada kalanya sang sopir hanya meminta jatah rokok untuk di perjalanan.
Dari beberapa rumah makan yang menjalin kerjasama dengan para sopir, diantara mereka terjadi kesepakatan yang berbeda-beda.
"Beda-beda, ada yang kasih rokok, tapi makan bayar, ada juga makan engga dihitung, tapi rokok bayar, kadang dikasih makan dan dikasih rokok juga ada, gimana rumah makannya," paparnya.
Jika sopir mendapat makan dan rokok dengan harga murah, lalu apa keuntungan yang diperoleh pihak rumah makan?
"Kan kita bawa penumpang ke rumah makan itu, pasti ada yang makan," ucapnya.
Meskipun terjadi kesepakatan tidak tertulis dengan salah satu rumah makan, seorang sopir tarvel tidak bisa makan minum seenaknya di tempat lain.
Ditegaskannya, seorang sopir travel tidak boleh masuk ke sembarang rumah makan, meskipun hal tersebut tidak ada larangan.
Karena sudah tergabung dalam sebuah perkumpulan, makan kerjasama bakal dilakukan dengan salah satu rumah makan yang ada di salah satu wilayah.
"Kalau yang resmi, kan hanya satu (rumah makan) tiap daerah, enggak bisa satu daerah mampir ke sini, terus ke sana, dipapay gitu, engga bisa," ungkapnya.
Keberadaan travel gelap, menjadi salah satu pilihan pavorit para penumpang jelang mudik lebaran 2025.
Baru-baru ini, untuk membatasi ruang gerak travel gelap di wilayah Cirebon Raya, Satuan Lalulintas (Satlantas) Polresta Cirebon melakukan penindakan.
Kendaraan pribadi yang beroperasi menyerupai angkutan umum atau travel gelap diberhentikan oleh petugas.
Pantauan radarcirebon.com di lokasi, Sabtu 15 Maret 2025, polisi melakukan operasi travel gelap di Jalan Raya Cirebon-Kuningan, tepatnya di kawasan Gronggong, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon.
Petugas yang berjaga langsung menghentikan sejumlah kendaraan pribadi yang terindikasi membawa banyak penumpang dan diduga beroperasi sebagai travel gelap.