KUNINGAN – Sedikitnya 34 pegawai negeri sipil (PNS) indisipliner terjaring razia Tim Gerakan Disiplin Daerah (GDD) Pemkab Kuningan, Rabu (2/4). Mereka didata untuk kemudian diberikan sanksi. Tim GDD sudah bergerak sejak pukul 9.00 WIB. Mereka dibagi 7 tim, lalu bergerak di masing titik-titik keramaian kota. Seperti Toserba Yogya Cijoho, Griya Yogya Siliwangi, Toserba Surya, Toserba Terbit, Pertokoan Siliwangi, Pasar Kepuh, hingga Taman Kota. Benar saja, tidak sedikit PNS berkeliaran seenaknya di jam kerja. Tanggal muda mereka manfaatkan untuk berbelanja dengan cara melanggar disiplin jam kerja. Tim GDD dengan geram memergoki mereka. Satu per satu mereka digiring untuk didata. Setelah itu, kemudian dilepaskan. Sedikitnya 34 PNS terjaring razia GDD itu. Sebanyak 9 orang kepergok tengah berkeliaran di Toserba Yogja Cijoho, Pertokoan Siliwangi, Pasar Barat dan Toserba Surya 23 orang, Pasar Kepuh 1 orang, Griya Yogya 1 orang, Toserba Terbit dan Tamkot nol. Mayoritas PNS terazia berasal dari lingkup disdikpora atau guru 16 orang, bappeda 2 orang, KPP Pratama 2 orang, dinkes puskesmas 2 orang, disperindag 1 orang, disparbud 1 orang, kantor arsip 1 orang, BP4K 1 orang, dan perangkat desa 1 orang. Penjaringan PNS indisipliner menegangkan terjadi di Toserba Yogya Cijoho. Dua PNS Kantor Pajak Pratama (KPP) sempat bersitegang dengan petugas. Mereka menolak ditangkap dan dimasukkan data indisipiner. Mereka beralasan bukan PNS daerah, tapi vertikal. Sehingga merasa tidak berhak dirazia Tim GDD Kuningan. Petugas berusaha menjelaskan, kemudian memaksa mendata. Tapi kedua pegawai perempuan KPP Pratama tersebut semakin marah. Hingga lantas merebut kertas data dari tangan petugas, lalu menyobeknya. Petugas yang kaget dengan aksi mereka, masih berusaha bersabar. Petugas kembali mencatat data mereka. Tapi ketika disodorkan untuk minta tanda tangan, mereka kembali menolak dan memilih pergi. “Biarkan saja. Toh sudah kita jelaskan. Meski pegawai vertikal, tetap berlaku razia. Ini kan otonomi daerah,” jelas Kabag Organisasi dan Pemberdayaan Aparatur, Yudi Nugraha MPd kepada Radar. Kedua pegawai KPP Pratama tersebut tidak mau didata razia karena merasa lembaga vertikal dan mendapat surat tugas keluar. Tapi setelah dicek surat tugasnya untuk ke Luragung bukan toserba. Meski begitu, pihaknya tetap akan mencatatnya untuk kemudian dikoordinasikan ke sekda. Keduanya lalu akan dilaporkan ke pimpinan KPP Pratama. Begitu juga PNS lain yang terjaring razia. “Semua PNS terjaring hanya kita data. Lalu dilaporkan ke pimpinan masing-masing. Tindakannya tentu sanksi disiplin ringan,” tegas Yudi. Ia berharap, razia ini menjadi shock therapy bagi seluruh PNS di Kuningan. Razia sengaja dilakukan pada tanggal muda, karena biasanya setelah gajian banyak PNS berkeliaran di toserba saat jam kerja. (tat)
34 PNS Indisipliner Terjaring Razia
Kamis 03-04-2014,11:19 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 28-07-2026,06:40 WIB
7 Mobil Bekas MPV 7 Seater Pas Buat Keluarga, Kabin Lega Performa Bandel, Harga Turun Signifikan
Selasa 28-07-2026,03:45 WIB
Hasil Pertandingan Indonesia VS Kamboja Piala AFF 2026, Tim Asuhan John Herdman Raih 3 Poin Penting
Selasa 28-07-2026,11:09 WIB
Rekomendasi Mobil MPV Bekas 50 Jutaan Paling Laris 2026, Kabin Luas, Muat 7 Penumpang, Cocok untuk Keluarga
Senin 27-07-2026,22:29 WIB
Hasil Indonesia vs Kamboja Piala AFF 2026: Mitchell Baker Hattrick di Laga Debut, Garuda Menang Telak 5-1!
Selasa 28-07-2026,04:49 WIB
Tolak Naturalisasi Mentah-mentah, Pascal Struijk Pemain Keturunan Indonesia Tutup Peluang Gabung Timnas
Terkini
Selasa 28-07-2026,18:46 WIB
Kebakaran Pasar Sandang Tegal Gubug Cirebon, 46 Lapak Dilalap Api
Selasa 28-07-2026,18:34 WIB
Mahasiswi Asal Bangka Barat Ditemukan Tewas Membusuk di Kamar Kos Cirebon
Selasa 28-07-2026,18:00 WIB
Yang Lagi Ramai, Mitos dan Stigma Gunung Kawi, Dikaitkan dengan Tempat Mencari Pesugihan
Selasa 28-07-2026,17:30 WIB
Satgas Pajak Kota Cirebon Libatkan APH, Sekda Tegaskan Bukan Debt Collector
Selasa 28-07-2026,17:00 WIB