BARCELONA - Sanksi berat yang diganjarkan FIFA kepada Barcelona terus menuai pro kontra. Kali ini rival abadi klub Catalan tersebut, Real Madrid, ikut tersedot dalam pusaran kasus transfer pemain di bawah umur. Barcelona menuding ada pihak lain yang ingin mengebiri prestasi klub berjuluk Blaugrana itu. \"Apa yang terjadi bukanlah kebetulan. Kami akan menginvestigasi siapa di balik semua ini. Kami akan membuktikan dan akan membuka semuanya. Ada banyak orang yang tidak bisa menerima fakta bahwa klub ini telah memenangi semua gelar dan menjadi klub top dunia selama sepuluh tahun,\" kata Wakil Presiden Barcelona Bidang Keuangan, Javier Faus. Seperti diketahui, Barca -sebutan Barcelona- didenda CHF 450 ribu (Rp5,7 miliar) dan larangan transfer pemain hingga musim panas 2015. Hukuman tersebut diberikan kepada klub Catalan itu setelah mereka ketahuan mendatangkan sepuluh pemain di bawah umur dalam periode 2009-2013. Faus menegaskan bahwa Barcelona sejatinya sudah menjadi target dari banyak kasus selama bertahun-tahun. Tidak hanya soal transfer pemain, tapi juga tuduhan doping hingga serangan ke para pelatih Barca. Dia juga kaget kini justru La Masia, akademi sepak bola Barca, menjadi target anyar. Padahal, model pembinaan La Masia menjadi contoh pembinaan usia muda yang sukses. \"Kasus ini muncul karena ada yang melapor. Siapa pelapor? Itu masih belum diketahui karena dia anonim. Saya melihat ada upaya antiBarca saat ini. Kami adalah korban dari sebuah ketidakadilan yang luar biasa,\" timpal Presiden Barca Josep Bartomeu. Faus dan Bartomeu memang tidak menyebut siapa pihak-pihak tersebut. Tapi, dengan melempar isu konspirasi semacam itu, mereka yang selama ini menjadi \"rival\" Barca pun terusik. Terutama Real Madrid. Apalagi, Real memiliki perwakilan di komite status pemain FIFA. Komite yang mengganjar sanksi berat tersebut. Wakil Presiden Ketiga Real yang juga anggota komite, Pedro Lopez, mengatakan bahwa Real tidak terlibat dalam perkara itu. \"Baik Real maupun saya sebagai anggota komite FIFA, tidak terkait apapun dengan hukuman kepada Barca,\" kata Lopez. \"Keanggotaanku di komite status pemain tidak ada hubungannya dengan Real atau Florentino Perez (Presiden Real, red),\" imbuhnya. Lopez mengungkapkan, pihaknya pernah mengundang perwakilan Barca untuk hadir dalam komite. Tapi, pertemuan tersebut tidak untuk membahas sanksi. Komite hanya ingin mengundang Barca karena mereka baru bergabung pada November tahun lalu. \"Dua pertemuan yang digelar pun tidak dimaksudkan untuk memberi penalti kepada Barca. Bahkan, kami ingin memberi tanda jasa kehormatan kepada akademi olahraga Barca, termasuk La Masia. Lihat saja catatan rapat, ada dukungan saya,\" kata Lopez. (aga/ruk)
Tuding Ada Konspirasi AntiBarca
Sabtu 05-04-2014,09:51 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 11-06-2026,10:00 WIB
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Lihat dari Mana? Ini Daftar Wilayah dan Jam Pengamatannya
Kamis 11-06-2026,14:43 WIB
Ibnu Riyanto Laporkan Dugaan Pungli di Desa Klayan ke Polres Cirebon Kota
Kamis 11-06-2026,09:14 WIB
Hal Hebat Mungkin Terjadi! Ramalan Shio Naga, Ular, Kuda, dan Kambing Kamis 11 Juni 2026
Kamis 11-06-2026,16:49 WIB
Pelaku Curanmor Ditangkap Polisi setelah Dikejar Warga di Indramayu, Sempat Sembunyi di Kolong Jembatan
Kamis 11-06-2026,08:41 WIB
Pelaku Asal Cirebon Beraksi di Kuningan Ditangkap di Indramayu
Terkini
Jumat 12-06-2026,06:02 WIB
Pemkab Kuningan Perketat Pengawasan MBG, Camat Jadi Ketua Satgas di Setiap Kecamatan
Jumat 12-06-2026,05:01 WIB
Penanaman Kedelai 210 Hektare di Indramayu Resmi Dimulai, Targetkan Indonesia Bebas Impor
Jumat 12-06-2026,04:05 WIB
Kabar Baik untuk Warga Kuningan! Jalan Kertawana–Simpang Cihirup Segera Tuntas Diperbaiki
Jumat 12-06-2026,02:01 WIB
Selat Hormuz Resmi Ditutup Iran, Dunia Waspadai Dampak pada Pasokan Minyak Global
Kamis 11-06-2026,22:46 WIB