Anggoro yakin sinergi ini mampu mempercepat tercapainya universal coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
BACA JUGA:Razia Pekat di Plumbon, Polresta Cirebon Sita Puluhan Botol Miras
BACA JUGA:Grage City Mall Gelar Pesta Olahraga dan Bazar Kuliner
Pasalnya saat ini dari 104,9 juta pekerja yang eligible menjadi peserta, masih terdapat sekitar 61 persen yang belum mendapatkan perlindungan, yang didominasi oleh pekerja rentan.
"Melalui momentum ini, kami menyatakan siap untuk berkolaborasi dengan seluruh Kementerian Lembaga, dan juga pemerintah daerah dalam menjalankan Inpres 8 tahun 2025 guna menekan angka kemiskinan ekstrim dengan mewujudkan pekerja indonesia yang sejahtera," ungkapnya.
Sementara itu secara terpisah Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cirebon Ahmad Feisal Santoso menambahkan bahwa hal ini sangat baik untuk mewujudkan terselenggaranya pemberian jaminan serta terpenuhinya kebutuhan dasar hidup yang layak bagi setiap peserta dan/atau anggota keluarganya.
"Kami akan menindaklanjuti sinergi yang telah di bangun, khususnya kepada SSPPG yang berada di wilayah Ciayumajakuning," tukasnya.
Di samping itu, Kepala BGN, Dadan Hindayana menyebutkan saat ini sudah terdapat 1.083 SPPG, dengan total pekerja mencapai lebih dari 50 ribu.
Sesuai roadmap BGN jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah hingga 1,2 juta pekerja.
“Kami tidak memotong gaji mereka, tetapi kami membayar preminya untuk mereka, Sehingga semua yang terlibat di dalam program makan bergizi, secara sosial terlindungi," pungkasnya. (apr/adv)