BACA JUGA:2 Tersangka Curanmor Ditangkap Polisi, 1 Warga Ciperna 1 Warga Penggung
Ditegaskan, warga mendesak BBWS segera merealisasikan janjinya untuk mengatasi banjir di empat desa.
"Kami menanti langkah konkret dari pemerintah dan BBWS untuk mengatasi banjir agar warga tidak terus hidup dalam kekhawatiran dari ancaman banjir setiap saat," ujarnya.
Seperti diketahui, akibat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Cirebon khususnya wilayah timur (Cirtim), membuat sejumlah desa terendam banjir, Sabtu 17 Mei 2025.
Seperti yang menimpa Desa Ciuyah, Kecamatan Waled. Wilayah tersebut terendam banjir dengan ketinggian air mencapai hingga 1 meter.
BACA JUGA:Rencana KDM Disambut Warga Tionghoa Cirebon, Janji Benahi Kutiong tanpa APBD Tapi Ada Syaratnya
Menurut Kepala Desa Ciuyah, Wasminta, wilayah yang terendam banjir terjadi di blok 3. Ketinggian air mencapai 750 centimeter hingga 1 meter.
Sejumlah warga yang terdampak banjir, diungsikan ke tempat aman. Proses tersebut melibatkan pihak Pemerintah Desa Ciuyah yang dibantu Babinsa dan Babinkabtimas setempat.
"Alhamdulillah banjir semalam pada hari Sabtu (17/5) sudah reda pada hari Minggu (18/5), banjir di blok 3 sudah mengering," ucap Wasminta.
Dijelaskan lebih lanjut, banjir yang merendam Desa Ciuyah, akibat Sungai Cibere yang sudah tidak mampu menampung debit air.
"Akibatnya luapan air mengenai pemukiman rumah warga," jelasnya.
Dirinya meminta kepada pihak Balai Besar Wilayah Sungai atau BBWS, agar lebih serius dan fokus untuk penanganan dan penanggulangan banjir di Kecamatan Waled.