JAKARTA - Tidak lama lagi, berkas perkara mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum bakal selesai. Berarti, sidang perdana di Pengadilan Tipikor juga tidak lebih dari dua bulanan ke depan. Meski demikian, KPK hampir pasti menuntut suami Athiyya Laila itu dengan hukuman tinggi. Alasannya, pentolan organisasi Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) itu menerima gratifikasi dari berbagai proyek. Seperti diketahui, surat perintah penyidikan (sprindik) Anas menyebut dia menerima gratifikasi proyek Hambalang dan proyek-proyek lainnya. \"Tuntutan hukumannya tentu lebih berat daripada dia menerima hanya dari satu (pihak),\" ujarnya. Meski demikian, Johan mengaku belum tahu rumusan dakwaan atau besaran tuntutan yang akan disampaikan pada Anas. Yang jelas, dia menyebut masih sesuai dengan pasal yang diterapkan. Yakni, disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Korupsi. Dalam pasal itu, hukuman maksimal adalah penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun. Anas juga terancam membayar denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar. \"Sesuai dengan pasalnya,\" terang Johan. Derita Anas tidak hanya berakhir di situ. Dalam pengembangannya, KPK juga menjerat politisi asal Blitar itu juga dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). Sangkaannya, melanggar Pasal 3 dan atau Pasal 4 UU 8/2010 TPPU, dan atau Pasal 3 ayat 1 dan atau Pasal 6 ayat 1 UU 15/2002 TPPU. Penyidikan sendiri masih terus berlangsung. Salah satunya untuk segera menuntaskan berkas perkara sebelum dinyatakan selesai alias P21. Hingga kini, Johan memastikan belum ada sangkaan baru pada Anas Urbaningrum. \" Tidak ada yang baru, yang disangkakan itu tindak pidana korupsi terkait penerimaan Hambalang dan proyek lainnya, serta TPPU,\" tuturnya. Sementara, Kuasa Hukum Anas, Firman Wijaya tidak mempermasalahkan rencana KPK untuk menuntut kliennya dengan hukuman berat. Dia mengaku sudah siap menghadapi pengadilan untuk beradu data dan bukti dengan komisi antirasuah. \"Iya tidak apa-apa, kan kita sudah siapkan itu,\" katanya. Anas juga berharap agar kasus hukumnya bisa selesai lebih cepat. Namun, versinya soal tuduhan menerima gratifikasi dari proyek-proyek lain belum juga ditanyakan padanya. Jadinya, dia tidak tahu kenapa KPK perlu memperpanjang penahanan dirinya kalau soal proyek-proyek lain tidak kunjung dibahas. \"Sampai hari ini saya juga belum tahu,\" akunya. (dim)
KPK Bakal Tuntut Anas Lebih Berat
Minggu 13-04-2014,15:26 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 01-11-2026,18:30 WIB
Klasemen Moto3 2026 Terbaru Usai Veda Ega Pratama Runner Up di Malaysia
Senin 02-11-2026,06:00 WIB
Harga Terbaru iPhone 15, 16, 17 dan 18 Pro di iBox November 2026
Senin 02-11-2026,06:38 WIB
10 Rekomendasi Mobil Bekas di Bawah 100 Juta, Paling Layak Beli, Irit Bahan Bakar dan Efisien
Senin 02-11-2026,01:00 WIB
Bukan Sekadar Tanaman Hias, Bambu Kuning Ternyata Punya 5 Makna Keberuntungan
Minggu 01-11-2026,20:00 WIB
Daftar Tanggal Penting November 2026, Cek Hari Besar Nasional dan Internasional
Terkini
Senin 02-11-2026,18:00 WIB
Besok Terakhir! Magang Hub 2026 Batch 3 Buka 307 Kuota di Kota Cirebon
Senin 02-11-2026,17:22 WIB
Makna Bambu Kuning Menurut Filosofi Rumah, Ini Lokasi Terbaik untuk Menanamnya
Senin 02-11-2026,17:05 WIB
Daftar 12 Mobil Manual Terbaik 2026, Harga Mulai Rp139 Jutaan, Ada MPV 7 Penumpang hingga Mobil Sport
Senin 02-11-2026,17:03 WIB
Apple Akhirnya Bikin MacBook Pro Layar Sentuh! Ini 7 Fitur Baru dan Harganya
Senin 02-11-2026,17:03 WIB