Terdapat dua jalur utama yang memungkinkan seorang pemain membela federasi sepak bola negara lain. Diantaranya:
Residensi: Pemain harus menetap di negara tersebut selama minimal lima tahun berturut-turut setelah menginjak usia 18 tahun.
Keturunan: Pemain memiliki hubungan darah hingga generasi ketiga, yakni dari orang tua atau kakek-nenek, yang berasal dari negara yang bersangkutan.
Dalam konteks Garces, jalur residensi tampaknya tidak berlaku. Ia belum pernah bermain di Liga Malaysia, maupun tinggal lama di negara tersebut.
BACA JUGA:Update Pencarian Korban Gunung Kuda: 3 Titik Diduga Lokasi Korban Terkubur
Harapan satu-satunya terletak pada jalur keturunan, namun inilah yang justru menjadi sumber keraguan publik
Di tengah keraguan tersebut, jurnalis senior asal Malaysia, T Avineshwaran, melaporkan bahwa Garces disebut memiliki garis keturunan Malaysia dari pihak neneknya.
Meski dokumen pendukung belum dipublikasikan, klaim ini dinilai sejalan dengan pola naturalisasi yang selama ini dijalankan oleh FAM.
Kasus Garces kerap dibandingkan dengan Gabriel Palmero, pemain muda keturunan Argentina yang telah menjalani debut bersama Timnas Malaysia pada Mei 2025 lalu.
BACA JUGA:Islam hingga Konghucu Bisa Hadir, Besok Gelar Doa Bersama Lintas Agama di Gunung Kuda
Palmero memperoleh kewarganegaraan melalui jalur keturunan, karena neneknya merupakan warga Malaysia.
Jika Garces mampu menunjukkan bukti yang sama kuatnya, besar kemungkinan polemik ini akan mereda dengan sendirinya.