Untuk menjawab tantangan itu, PBI Kota Cirebon telah mencanangkan tiga program unggulan, yakni Kebaya Go to School, Kebaya Go to Campus dan Kebaya Go to Office.
BACA JUGA: BRI Salurkan KUR Rp83,38 triliun, Pertanian Jadi Motor Utama
Ditambahkan Garnis, untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan di Kota Cirebon, sebenarnya sudah diterapkan memakai kebaya setiap hari Kamis di minggu tertentu.
"Tapi kita juga gencar sosialisasi ke dinas-dinas dan sekolah, ayo gunakan kebaya dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Dirinya juga menepis anggapan bahwa baju kebaya sulit untuk dikenakan.
"Kebaya itu ribet karena kita yang bikin ribet. Saya selalu mencontohkan model kebaya yang simpel, bisa dipakai ke pasar, ke mall, bahkan untuk belanja juga nyaman," katanya.
BACA JUGA:KCD Pastikan 3 Tersangka Kasus PIP SMAN 7 Kota Cirebon non Aktif dari Jabatan
Bahkan, disebutkan Garnis, Ketua Umum PBI Indonesia pun kerap mengenakan kebaya saat melakukan aktivitas di luar ruang.
"Beliau itu olahraga seperti hiking, mendayung pun tetap pakai kebaya. Itu hebat sekali," sebutnya.
Garnis berharap semangat berkebaya bisa terus tertanam di hati perempuan Cirebon, terutama generasi muda.
Oleh karena itu, sosialisasi ke sekolah-sekolah pun sudah mulai digencarkan. Pihaknya sudah hadir di beberapa sekolah.
BACA JUGA:Isu Liar Berkembang di Tengah Rencana Pemilihan Ketua Apdesi Majalengka
BACA JUGA:Daftar Jumlah Siswa SMA Swasta di Indramayu, Ada yang 0 Murid, Dampak Kebijakan KDM?
"Kami gelar talkshow, memperkenalkan sejarah dan jenis-jenis kebaya kepada para siswi. Mereka perlu tahu, dan kami ingin kebaya ini kembali menjadi bagian dari keseharian mereka," pungkasnya.