"Dalam beberapa minggu ke depan, akan dilanjutkan dengan pertemuan teknis dan peninjauan lapangan," sambungnya.
BACA JUGA:Kebakaran Rumah Hari Ini di Cirebon, 1 Unite Damkar Dikerahkan ke Pamengkang
Bupati Eman mengatakan, langkah tersebut untuk memastikan kesiapan Kabupaten Majalengka dalam menerima investasi itu.
"Sekaligus membangun sistem peternakan modern yang menyeluruh dan terpadu, sebagaimana program Bapak Presiden terkait hilirisasi sektor peternakan," jelasnya.
Eman menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga mencakup alih teknologi, peningkatan sumber daya manusia, serta pembentukan rantai pasok yang kuat dan berkelanjutan.
Majalengka diharapkan tidak hanya menjadi lokasi produksi, tetapi juga menjadi pusat distribusi dan pengolahan hasil peternakan sapi perah maupun sapi potong.
Saat ini, populasi sapi perah di Majalengka masih berkisar sekitar 300 ekor.
BACA JUGA:KM Alpha Jaya 3 Terbalik, Pencarian 4 Awak Kapal Hingga Pelabuhan Cirebon
Namun dengan dukungan investasi, pendampingan teknologi, dan manajemen modern, populasi serta produktivitasnya diyakini dapat meningkat secara signifikan dalam waktu relatif singkat.
"Dengan dukungan teknologi, pendampingan, dan investasi, populasi sapi perah bisa meningkat pesat. Ini sejalan dengan visi kami untuk mewujudkan Majalengka langkung sae," tegas Eman.
Jika kerja sama ini terealisasi, Majalengka berpotensi menjadi contoh sukses kolaborasi daerah dengan mitra global—model yang dapat direplikasi oleh wilayah lain di Indonesia.
"Ini momentum penting bagi Majalengka untuk naik kelas di sektor peternakan sekaligus membuka jalur diplomasi ekonomi daerah dengan dunia internasional," pungkas Eman.
Dengan posisi geografis yang strategis, sumber daya alam yang melimpah, serta dukungan dari pemerintah pusat dan mitra asing, Majalengka selangkah lebih dekat menjadi pusat agribisnis masa depan.