BACA JUGA:Immanuel Ebenezer Ditangkap KPK dalam OTT Kasus Kemenaker: Mobil dan Moge Disita
BACA JUGA:PR MAJALENGKA, Laju Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Tapi Angka Kemiskinan Juga Tinggi
Sejalan dengan itu, Perpustakaan Keliling dari Dinas Perpustakaan Kabupaten Cirebon turut hadir memberikan akses buku secara mobile.
Inovasi ini memudahkan anak-anak di berbagai dusun untuk menjangkau bacaan yang bervariasi tanpa harus datang ke perpustakaan utama.
Selain fokus pada literasi, KKN Kelompok 15 juga mengadakan Seminar Parenting yang menghadirkan dua narasumber, Ibu Dr Emah Khuzaemah, M.Pd, dan Ibu Libri Rizka Puri Windarta, M.Pd.
Seminar ini menjadi wadah bagi orang tua untuk belajar mengenai strategi mendukung anak dalam belajar membaca dan menulis serta membangun karakter positif.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat karena mampu menghadirkan wawasan praktis yang langsung dapat diterapkan di rumah.
Program kolaboratif lainnya adalah Lapak Baca Aksara, yang melibatkan kelompok muda dan penggiat literasi.
Dengan suasana santai dan interaktif, Lapak Baca Aksara berhasil menghidupkan suasana membaca bersama, membangun komunitas literasi lokal, sekaligus memotivasi generasi muda untuk lebih aktif dalam kegiatan literasi.
Kesadaran akan pentingnya lingkungan belajar yang aman juga menjadi fokus melalui Sosialisasi Anti Bullying di MI Wathoniyah Putra dan Putri.
Kegiatan ini memberikan edukasi kepada siswa, guru, dan orang tua mengenai dampak negatif bullying, sekaligus membangun kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang ramah, aman, dan suportif.
Tidak ketinggalan, Lomba 17 Agustus yang digelar di Blok Badrose, Desa Mertapada Kulon, menjadi salah satu momen kolaboratif antara mahasiswa KKN dan warga.
Kegiatan ini berhasil meramaikan perayaan kemerdekaan dengan semangat kebersamaan, kreativitas, dan partisipasi warga, sekaligus memperkuat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat desa.
Keberhasilan KKN Kelompok 15 tidak lepas dari sinergi antara mahasiswa, warga, dan berbagai pihak terkait.
Delapan program kerja yang dijalankan menunjukkan upaya komprehensif dalam mendorong literasi dan pendidikan di tingkat desa.
Tidak hanya meningkatkan kemampuan baca-tulis anak-anak, program ini juga membangun kesadaran literasi di kalangan orang tua, guru, dan masyarakat luas.